Angkasa Pura 2

Tommy Ajak Taruna ATKP Medan Seperti Jepang dan Swiss

SDMJumat, 23 Januari 2015
Tommy ATKP-1

JAKARTA (beritatrans.com) – Bangsa maju dan modern di dunia sangat ditentukan oleh sikap mental dan perilaku rakyatnya. Mereka memegang teguh disiplin, rajin dan gigih bekerja. Selain itu juga ditunjang dengan pengetahuan dan penguasaan pada ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang baik.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo dalam kuliah umum di Akademik Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan Sumatera Utara, Kamis (22/1/2015).

Dihadapan 286 taruna dan civitas academika ATKP Medan, Tommy berpesan bahwa masa depan Indonesia ada di pundak kalian, generasi muda. Maju dan mundurnya bangsa ini, akan sangat bergantung pada kualitas, kinerja dan pengabdian kawula mudanya.

“Negara maju seperti Jepang, Swiss, Amerika Serikat dan negara-negara Eropa lainnya maju bukan karena kekayaan alam atau penduduknya yang melimpah. Tapi kerja keras, gigih serta pengusaan iptek yang bagus. Dengan ilmu dan tekonologi tersebut, mereka bisa menciptakan berbagai produk teknologi sehingga mampu mempermudah kerja manusia. Dampak ikutannya adalah mampu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warganya,” kata Tommy.

Dia memberikan ilustrasi yang paling nyata di dunia. Jepang yang negerinya hancur akibat Perang Dunia II tahun 1945, kini sudah menjelma menjadi Negara maju. Ekonominya kuat dan produk industrinya hampir menguasai dunia, termasuk merambah pasar Amerika dan Eropa yang dulu mengalahkannya,” papar Tommy member semangat tarunanya.

“Saat ini Jepang menjadi raksasa ekonom nomor dua di dunia. Jepang laksana negara industri terapung. Dia mengimpor bahan baku dari semua negara, kemudian mengeskpor barang jadinya ke negaa lain,” kata Tommy dalam papar yang diterima bertatrans.com itu.

Tommy ATKP-2

Contoh lain, menurut Tommy adalah Swiss. Negeri di belahan utara itu tak mempunyai kebun coklat. Tap negeri itu tercatat sebagai negara pembuat cocktail terbaik di dunia. Negara Swiss sangat kecil, hanya 11% daratannya yang bisa ditanami. “Tapi dengan setuhan iptek, Swiss mampu mengolah berbagai produk pertanian yang diimpor dan menjualnya kembali dengan nilai yang lebih tinggi tentunya,”sebut Tommy.

“Swiss juga megolah susu dengan kualitas terbaik. (Nestle adalah salah satu perusahaan makanan terbaik di dunia). Swiss juga tidak mempunyai reputasi dalam keamanan, integritas dan ketertiban -tetapi saat ini bank-bank di Swiss menjadi bank yang sangat disukai di dunia,” sebut Tommy lagi.

“Semua itu hanya bisa diwujudkan jika sikap mental rakyatnya memang baik. Mereka juga mempunyai semangat dan tekad yang kuat untuk maju. Sementara, ilmu dan teknolog itu bisa dicari dan dipelajari,” jelas Tommy lagi.

Hasil survey menyebutkan, para eksekutif muda negara-negara maju berkomunikasi dengan eksekutif dari negaranegara berkembang. Mereka tidak terlalu jauh berbeda tingkat kecerdasannya. “Perbedaaanya adalah sikap perilaku masyarakatnya, yang telah dibentuk sepanjang massa melalui kebudayaan dan pendidikan,” paparTommy.

“Jika kita terutama generasi muda Indonesia mempunyai sikap mental yang baik serta tekad untuk maju, semua pasti biasa. Jepang yang hancur lebur akibat Perang Dunia II kini sudah menjadi raksasa ekonomi dan teknologi dunia. Tekad bangsa Jepang inilah yang perlu kita tiru dan dikembangkan di Indonesia. Seluruh taruna ATKP Medan bisa maju dan memang jika kita berusaha dan berusaha keras sejak sekarang,” tandas Tommy.

Dia menambahkan, “Kita terbelakang atau lemah atau miskin karena perilaku kita yang kurang atau tidak baik. Kita kurang kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan dasar-dasar kehidupan yang memungkinkan masyarakat kita pantas membangun masyarakat, ekonomi dan negara aju setera dengan bangsa lain,” tegas Tommy.(helmi)