Angkasa Pura 2

Pemprov Jateng Gaet KAI Kembangkan Layanan Berbasis Rel

EmplasemenSabtu, 24 Januari 2015
Stasiun KA Tawang SMG

SEMARANG (beritatrans.com)- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menggenjot penataan infrastruktur dan layanan bagi angkutan barang berbasis rel guna mengurangi beban penggunaan jalan secara signifikan.

Kepala Dinas Perhubungan, Komonikasi dan Informatika (Kadishubkominfo) Jateng Urip Sihabudin mengatakan ada empat poin penting yang akan direalisasikan pemprov bersama PT KAI guna mencapai target tersebut.

Menurutnya, poin pertama yang sebenarnya sudah mulai direalisasikan adalah reaktivasi jalur kereta. Total ada sebelas jalur kereta lama yang akan diaktifkan kembali guna mendukung angkutan barang di wilayah Jateng.

“Ada sebelas jalur, seperti Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas, Purwokerto hingga ke Wonosobo dan nanti ada lagi yang ke Bedono. Satu per satu kita realisasikan,” ujarnya seusai mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertemu dengan Dirut PT KAI Edi Sukmoro, Jumat (23/1/2015).

Poin kedua, kata Urip, terkait dengan penataan simpul antar moda. Dia menjelaskan simpul tersebut adalah terminal yang akan mengarahkan angkutan barang dengan pusat bagi moda transportasi lainnya, yakni bandara dan pelabuhan.

Terkait dengan itu, Urip menuturkan pengembangan sejumlah pelabuhan daratan (dry port) juga akan segera direalisasikan mengakomodasi pertumbuhan arus barang di Jawa Tengah. Dia mengatakan pengembangan fasilitas tersebut akan memungkinkan pengalihan angkutan dari darat ke kereta terjadi dengan signifikan.

“Kami akan create sehingga akan jadi satu kesatuan dengan terminal yang menghubungkan kereta dengan bandara dan pelabuhan. Untuk dryport, seperti di Alastuo [Semarang, kemudian Purwokerto atau Tegal,” ungkapnya.

Poin terakhir, lanjutnya, akan menjadi proyek percontohan nasional bagi integrasi sistem angkutan barang. Dia menuturkan pemprov bersama PT KAI akan menentukan dan mengembangkan jalur utama yang akan dilalui arus barang dengan intensitas besar di Jateng. Jalur itu direncanakan terhubung hingga ke pusat-pusat produksi barang yang terkait.

Salah satu fokus Pemprov Jateng adalah pengalihan angkutan bagi semen yang dinilai seringkali diangkut dengan intensitas tinggi dan volume besar. Proses pengakutan barang tersebut rentan akan kerusakan bagi infrastruktur jalan. Di samping itu, jelasnya, jenis barang lain adalah keramik dan juga pasir.

“Kita ambil ruas yang memang harus diberikan prioritas agar arus barang utama beralih dari jalan ke kereta. Contohnya semen, yang akan kita dorong beralih ke kereta,” tegasnya.
Urip mengatakan pemda akan melakukan studi pada pengembangan proyek percontohan tersebut dengan alokasi dari anggaran perubahan 2015. Selanjutnya, realisasi pengembangan akan diusulkan masuk dalam anggaran belanja pada 2016.(helmi/bisnis)