Angkasa Pura 2

Avtur Murah, Laba Maskapai Penerbangan di Asia Melonjak

KokpitSelasa, 27 Januari 2015
low-cost-airlines

JAKARTA (beritatrans.com) -Banyak maskapai penerbangan Asia mengalami lonjakan laba di tengah penurunan harga minyak mentah dunia.

Harga bahan bakar pesawat berupa avtur anjlok sebesar 47% menjadi $65,80 per barel per 9 Januari 2015, demikian keterangan Asosiasi Perhubungan Udara Internasional, IATA, swperti dikutip The Wall Street Journal, Selasa (27/1/2015).

Di maskapai Asia, bahan bakar bisa mencakup sampai 50% dari biaya operasional, lebih tinggi dari rata-rata global yang mencapai 30%.

Maskapai Asia juga cenderung melakukan lindung nilai atau hedging lebih sedikit ketimbang maskapai Barat. Dengan hedging, maskapai mematok harga bahan bakar yang mereka beli pada angka tertentu, untuk melindungi diri dari gejolak harga minyak. “Rata-rata hedging [maskapai Asia] kurang dari 50%,” kata analis Eric Lin dari UBS.

Industri penerbangan komersial tumbuh lebih pesat di Asia daripada di Barat. Namun, maskapai penerbangan Asia secara khusus bangkit dari masa sulit: sektor kargo, bagian penting bisnis banyak maskapai premium Asia mengalami kerugian. Selain itu, persaingan ketat berujung kepada imbal hasil lebih rendah. IATA memproyeksikan margin keuntungan maskapai Asia dan Pasifik rata-rata hanya akan mencapai 2,2% tahun ini.

AirAsia, salah satu maskapai penerbangan tarif rendah utama kawasan, menolak berkomentar mengenai dampak harga bahan bakar pada outlook keuangannya. Maskapai tersebut tengah bergelut dengan investigasi kecelakaan QZ8501 yang jatuh di Laut Jawa pada 28 Desember 2014. (ani)

loading...