Angkasa Pura 2

Aneh, Kasus Kecelakaan Christoper di Pondok Indah Jadi Alot

Aksi PolisiRabu, 28 Januari 2015
Laka christoper

JAKARTA (beritatrans.com) – Polri terkesan gamang dalam menyidik kasus kecelakaan maut yang melibatkan Christopher Daniel Sjarif di Jalan Arteri Pondok Indah. Kecelakaan yang menelan empat korban jiwa itu makin kabur dan proses pengusutannya menjadi alot.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Martinus Sitompul menyebut Christopher mengonsumsi narkoba jenis LSD. Kemudian Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat menganulir, dengan menyebutkan itu kasus kecelakaan biasa. Hasil test urine BNN, Christopher negatif alias tak menggunakan narkoba.

“Dualisme Polri dalam menyikapi kasus dugaan penggunaan narkoba yang melibatkan Christopher Daniel Sjarief (23) sangat disayangkan,” kata Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Neta Pane di Jakarta, Rabu (28/1/2015).

Untuk itu, lanjut dia, Propam Polri perlu turun tangan menyelesaikan kasus ini, apakah pelaku benar-benar menggunakan narkoba atau tidak saat mengendarai mobil yang kemudian menabrak empat orang tewas di Pondok Indah, Jakarta.

IPW menilai, dualisme kepolisian dalam menyikapi kasus Christoper ini sangat disayangkan, karena bisa membuat citra Polri makin terpuruk, mengingat saat ini Polri sedang konflik dengan KPK dimana sebagian masyarakat sangat memojokkan Polri.

“Agar kasus ini tidak berkembang menjadi polemik di masyarakat, Propam Polri perlu turun tangan. Periksa para pihak terkait dan hasilnya buka ke masyarakat secara transparan,” jelas Neta.

Sebab sebelumnya Polda Metro Jaya mengatakan Christopher menggunakan narkoba jenis LSD sebelum menabrak hingga empat orang tewas. Ironisnya, papar Neta, beberapa hari kemudian, setelah tes urin di BNN dikatakan Christopher tidak menggunakan (negatif) narkoba.

Menurut IPW, hal ini tentu membuat masyarakat menjadi bingung dan bertanya apa sesungguhnya yang terjadi di Polri. “Apakah ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan di balik kasus ini. Atau ada pihak yang hendak melakukan pembusukan di tengah menajamnya konflik Polri-KPK,” terang Neta.

Atau, tanya Neta, Christopher benar-benar tidak menggunakan narkoba, tapi mengapa Polda Metro Jaya sempat mengatakan dia menggunakan LSD.
“Dualisme ini menimbulkan tanda tanya, siapa sesungguhnya Christopher Daniel Sjarief, kenapa kasusnya mendadak menjadi alot,” tanya IPW diplomatis.

Dengan adanya dualisme ini, tambah Neta, keberadaan Polri sangat dirugikan. Masyarakat akan semakin memandang negatif pada Polri. Bukan mustahil dualisme ini akan membuat posisi Polri makin terpojok pasca konflik Polri-KPK.

“Untuk itu, Propam Polri harus turun tangan menuntaskan kasus ini agar kasus Christopher yang menabrak empat orang hingga tewas bisa dibawa ke pengadilan dan yang bersangkutan diproses seadil-adilnya,” tegas Neta.(helmi)

loading...