Angkasa Pura 2

Pilot Garuda Indonesia Dianggap Abaikan Keselamatan Penumpang

KokpitRabu, 28 Januari 2015
Garuda-Boeing-777-300er

Ambon (beritatrans.com) – Para penumpang Garuda dari Bandara Karel Satsuitubun, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara – Ambon melakukan aksi protes di Bandara Internasional Pattimura Kota Ambon karena menilai pilot mendaratkan pesawat terkesan ceroboh.

Salah seorang penumpang Garuda, Rudolf Marthen Waremra, di Ambon, Selasa (27/1/2015) petang, mengatakan, puluhan penumpang melakukan aksi protes karena merasakan pilot kurang memperhatikan keselamatan saat hendak mendarat.

“Bayangkan sebelum mendarat penumpang sudah dibuat panik saat pilot melakukan dua kali manuver saat pesawat berada di atas Teluk dalam Ambon,” ujarnya.

Penumpang semakin resah saat pilot mendaratkan pesawat dengan dua kali hentakan keras, selanjutnya pesawat oleng sehingga menciptakan kepanikan.

Setelah pesawat masuk apron Bandara Internasional Pattimura, maka penumpang mengamuk dan memaksa pilot keluar.

Namun, pilot tidak keluar dari kabinnya sehingga penumpang melakukan aksi protes ke kantor Garuda Indonesia di Bandara Internasional Pattimura, sambil mendesak harus dijelaskan alasan dua kali melakukan manuver di udara dan mendaratkan pesawat dengan ceroboh.

Aksi penumpang yang terdapat 18 anggota maupun Sekretaris DPRD Kota Tual dan Dandim setempat itu akhirnya disikapi penanggung jawab Garuda Indonesia di Bandara Internasional Pattimura dengan menghadirkan pilot.

Pilot Garuda Indonesia selanjutnya menjelaskan kondisi terjadi itu akibat tiupan angin kencang dan cuaca kurang cerah.

“Rasanya alasan tersebut tidak bisa diterima penumpang sehingga 20 anggota DPRD Kota Tual akan melaporkannya ke Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan maupun Dirjen Perhubungan Udara saat berada di Jakarta dalam rangkaian urusan dinas,” katanya seperti dirilis Antara.

Salah seorang warga Desa Laha, Ahmad Mewar mengakui, saat berada di ujung bandara Internasional Pattimura dia menyaksikan pesawat Garuda ketika mendarat terjadi hentakan keras dua kali, dan selanjutnya oleng.

“Beta (saya) sangat khawatir roda depan pesawat patah maupun tergelincir,” ujarnya. (aliy)

loading...