Angkasa Pura 2

Layani 70 Juta Penumpang, Dubai Singkirkan Heathrow Sebagai Bandara Tersibuk di Dunia

BandaraKamis, 29 Januari 2015
dubai-international-airport1

JAKARTA (beritatrans.com) – Bandara Internasional Dubai mengalahkan Heathrow dan didapuk menjadi bandara penumpang internasional tersibuk di dunia tahun lalu. Padahal, renovasi landasan besar-besaran sempat membatasi lalu lintas pesawat selama 80 hari dan memaksa pesawat Emirates Airline libur.

Bandara utama Dubai itu telah mengungguli Heathrow di London sebagai pusat penumpang internasional terbesar di dunia pada triwulan pertama 2014. Namun, The Wall Street Journal memberitakan renovasi atas dua landasan bandara Dubai pada pertengahan tahun memunculkan kemungkinan Heathrow kembali ke nomor satu sepanjang tahun lalu.

Dubai menampung 70,4 juta penumpang tahun lalu, naik 6,1% dari setahun sebelumnya, menurut Bandara Dubai dalam sebuah pernyataan, Selasa. Dalam periode yang sama, rekor 68,1 juta penumpang internasional singgah di Heathrow London.

Dubai adalah markas besar Emirates, maskapai internasional terbesar di dunia berdasarkan lalu lintas penerbangan. Maskapai bertarif rendah FlyDubai juga bermarkas di bandara Dubai dan belakangan mengembangkan rutenya di seluruh Timur Tengah, Afrika, dan Eropa sejak beroperasi pada 2009.

“Prestasi bersejarah ini adalah hasil dari rata-rata pertumbuhan dua digit selama lima dekade terakhir,” kata Sheikh Ahmed Bin Saeed Al Maktoum, chairman Bandara Dubai dan Emirates, lewat sebuah pernyataan.

Dubai dijadwalkan membuka terminal baru tahun ini untuk menampung maskapai internasional dan meningkatkan kapasitas bandara menjadi 90 juta penumpang setiap tahunnya. Bandara Dubai memproyeksi 79 juta penumpang akan singgah tahun ini.

Dubai International menjadi pusat penerbangan internasional tersibuk di dunia meski dunia aviasi global—dan Timur Tengah—tahun lalu bergejolak.

Bandara ini, serta Emirates, sukses mengatasi konflik regional di seluruh Timur Tengah, epidemi Ebola di Afrika, dan dampak negatif akibat dua insiden Malaysia Airlines dan jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 bulan lalu. Sepanjang musim panas tahun lalu, hanya satu landasan yang beroperasi akibat renovasi bandara. Jumlah penerbangan berkurang 26% selama Mei dan Juni.

Pada September, Bandara Dubai menyatakan akan membangun bandara baru di Dubai senilai $32 miliar dalam waktu delapan tahun. Pada akhirnya, kapasitas akan melejit menjadi 240 juta penumpang setiap tahunnya guna memenuhi proyeksi pertumbuhan Emirates. (awe).

loading...