Angkasa Pura 2

Adira Salurkan Kredit Kendaraan Rp34 Triliun Tahun 2014

OtomotifSabtu, 31 Januari 2015
20140527_174015_spg-adira

JAKARTA (beritatrans.com) – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencetak laba bersih pada 2014 sebesar Rp 792,16 miliar, turun 53,60% dibandingkan periode sama pada tahun 2013 yang mencapai Rp 1.707,20 triliun.

Sedangkan total pembiayaan perseroan tahun lalu tercatat sebesar Rp 34,1 triliun. Sampai akhir tahun 2014, pembiayaan sepeda motor sebesar Rp19,7 triliun dan mendominasi pembiayaan konsumen baru.

Direktur Utama Adira Finance Willy Suwandi Dharma mengatakan, perseroan memilih berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan melihat kondisi industri perusahaan pembiayaan (multifinance) selama tahun 2014 yang penuh tantangan. Hal itu juga dilakukan sebagai upaya menjaga agar margin tidak tertekan lebih jauh dan menjaga kualitas aset.

Karena itu tahun lalu, Adira Finance berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp34,1 triliun, tumbuh Rp340 miliar atau 1,19% dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar Rp33,7 triliun.

“Laba bersih kami tahun 2014 terkoreksi menjadi Rp792 miliar. Penurunan disebabkan oleh kenaikan pada beban pendanaan, peningkatan pada biaya operasional dengan peraturan terkait fidusia, kenaikan upah minimum provinsi (UMP) regional, serta perubahan pada pencatatan akuntansi,” ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Jumat (30/1).

Menurut Direktur Pemasaran Pembiayaan Adira Finance Hafid Hadeli, penyaluran pembiayaan baru sepeda motor mencapai Rp19,7 triliun dan mobil Rp 14,3 triliun. Sampai akhir tahun lalu, pembiaaan sepeda motor tumbuh 4% dan berkontribusi sebesar 58% terhadap total pembiayaan baru.

Sedangkan untuk pembiayaan mobil Adira Finance turun 3%, karena penjualan mobil nasional tahun 2014 turun 2% dan penjualan kendaraan komersial secara nasional juga turun 6%.

“Kendati demikian, pembiayaan kendaraan bermotor syariah kami tumbuh dua kali lipat, dari Rp 672 miliar pada tahun 2013 menjadi Rp2,4 triliun. Sekitar 80% dikontribusi oleh pembiayaan sepeda motor,” ungkap dia.

Sementara dari sisi pendanaan, ungkap Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan Adira Finance I Dewa Made Susila, sepanjang tahun lalu perseroan menerbitkan obligasi sebesar Rp 3 triliun melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan II Tahap III and IV.

Di samping itu, Adira Finance juga menerbitkan sukuk sebesar Rp133 miliar melalui Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II. “Pada April 2014, kami juga memperoleh pinjaman sindikasi dari bank luar negeri sebesar Rp US$ 300 juta,” papar dia. (beritasatu)

loading...