Angkasa Pura 2

Jangan Lihat Jembatan Timbang sebagai Sumber Pendapatan

KoridorSaturday, 31 January 2015

JAKARTA (beritatrans.com) – Pengalihan pengelolaan jembatan timbang dari Pemda ke Pemerintah Pusat/ Kemenhub jangan semata-mata dilihat dari uang atau pendapatan. Sejak awal jembatan timbang dibangun bukan untuk menjadi sumber pemasukan ke negara.

“Ini tergantung kesepakatan pemerintah daerah dan pusat. Kita ini uang pusat dan daerah sama saja,” kata anggota Komisi V DPR Ridwan Bay saat dihubungi pers di Jakarta, Jumat (30/1/2015).

“Yang penting (uang) itu tepat sasaran. Jangan cuma membangun jembatan timbang untuk proyek,” kata Ridwan lagi.

Sebelumnya, Menhub Ignasius Jonan menyampaikan rencana penarikan pengelolaan jembatan timbang ke pemerintah pusat. Sejak otonomi daerah pengelolaan jembatan timbang diserahkan ke daerah. Tapi dalam pelaksanaannya tidak berjalan efektif.

Oleh Pemda tertentu, jembatan timbang justru dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD). Yang paling parah, jembatan timbang justru menjadi modus korupsi. Hal itu pernah dibongkar oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat sidak ke jembatan timbang di Batang, Jawa Tengah.

Dikatakan Ridwan, keberadaan jembatan timbang sebenarnya bukan untuk mencari dana bagi pemerintah. Tapi, bagaimana jembatan timbang mampu mengawasi dan menjaring kendaraan yang melebihi tonase tidak melintas sembarangan.

“Jadi, tujuan pokok jembatan timbang itu untuk menyelamatkan jalan dari kerusakan yang tidak semestinya seperti karena kelebihan muatan dan sebagainya,” papar Ridwan.

Selanjutnya, menurut dia, pengawasan yang terbaik menggunakan teknologi, sehingga berat kendaraan diukur lewat teknoloni sehingga tidak bisa dimanipulasi.(helmi)