Angkasa Pura 2

Sipencatar BPSDM Perhubungan Mulai Maret 2015

SDMMinggu, 1 Februari 2015
Tommy Baru

JAKARTA (beritatrans.com) – Sistem penerimaan calon taruna (sipencatar) di lingkungan Badan Pengembangan SDM Perhubungan tahun 2015 akan segera dimulai. Seperti biasanya, bulan Maret masa pendaftaran sudah dimulai. Pendaftaran meliputi semua moda baik transportasi darat, laut, udara serta kereta api (KA). Syarat-syarat dan ketentuan akan dibuka untuk umum di seluruh Indonesia.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, totalnya sekitar 3.000 taruna akan diterima untuk semua sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia. Seperti diketahui, kampus BPSDM Perhubungan tersebar mulai Banda Aceh sampai Jayapura baik sekolah pelaut, pilot atau transportasi darat.

Khusus di Jabodetabek, ada beberapa kampus BPSDM Perhubungan antara lain, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang, Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi. Selain itu juga ada Balai Pendidikan, Pelatihan dan Penyegaran Ilmu Pelaut (BP3IP) Sunter Jakarta Utara.

Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo saat dikonfirmasi memastikan, semua proses sipencatar tahun 2015 akan berjalan sesuai jadwal. “Sipencatar akan dilakukan sesuai jadwal. Sebelum tahun ajaran baru Juni/Juli semua sudah selesai, sehingga taruna baru nanti bisa memulai masa belajar seperti mahasiswa atau taruna lainnya,” katanya menjawab beritatrans.com di Jakarta, akhir pekan lalu.

Jumlah taruna yang akan diterima tahun 2015 lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2014 silam, total taruna baru yang diterima BPSDM Perhubungan sekitar 2.600 orang. “Jumlah taruna yang akan diterima lebih besar, karena ita juga menerima alokasi dana dari APBN lebih besar, sekitar Rp2,8 triliun. Semua itu harus dipertanggungjawabkan dengan baik dan transparan,” kata dia.

Kendati begitu, BPSDM Perhubungan memastikan semua taruna yang diterima harus dipastikan lolos test potensi akademik (TPA), test psikologi serta kesehatan. “Beban tugas dan materi akademik di kampus nanti berat. Selain itu, system pendidikan nanti semi militer sehingga membutuhkan fisik dan psikhis yang prima. Jadi, harus dipastikan semua calon taruna benar-benar sehat dan siap mengikuti kurikulum pendidikan yang padat pula,” terang Tommy.

Selain itu, tambah Tommy, sipencatar ke depan akan dilakukan dengan sistem elektronik. Soal-soal ujian baru diantar pada hari H ujian, dan jawaban diolah dan dicatat dengan system elektronik atau computer. “Jadi, ke depan system yang akan berjalan. Orang-orang titipan dipastikan tidak ada lagi, karena yang menentkan bukan lagi orang. Tapi system computer,” tegas dia.(helmi)