Angkasa Pura 2

Proyek MRT Jalan Terus Meski Picu Kemacetan

EmplasemenSenin, 2 Februari 2015
MRT Jakarta Proyek

JAKARTA (beritatrans.com) – Dirut PT MRT Jakarta Dono Boestami memastikan proyek mass rapit transit (MRT) di Jakarta kini bakal berfokus pada pengerjaan fisik. ”Kata siapa terhambat? Nggak kok,” ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Meski demikian, Dono memprediksi opsi itu akan menimbulkan kemacetan parah di lokasi proyek. Bahkan, lebih parah ketimbang kawasan lain yang saat ini telah dibangun proyek itu. Pihaknya pun meminta Dinas Bina Marga DKI memperlebar volume jalan di kawasan tersebut.

Dono mengatakan, saat ini proyek telah memasuki Blok M dan segera ke Melawai dan Fatmawati. Namun, dia memastikan persoalan lahan tidak akan menjadi hambatan.

Dia mengaku telah menyusun strategi lain. Pengerjaan konstruksi bakal berlanjut tanpa harus menyentuh lahan warga. ”Kan kami kerjakan di tengah jalan saja, itu milik negara,” jelas dia seperti dikutip jawapos.com.

Dono mengungkapkan, tahap pertama pembangunan menghubungkan Jalan M.H. Thamrin–Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
PT MRT akan membangun 13 stasiun yang terbagi menjadi dua. Yakni, stasiun bawah tanah dan stasiun laying. ”Proyek itu sudah terlambat dua tahun, kalau ditunda lagi (gara-gara lahan) itu nggak mungkin,” katanya.

Soal depo, Dono optimistis tidak akan terbentur masalah pembebasan lahan. Sebab, sebagian besar pembangunan berada di lahan negara. Misalnya, depo utama di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Hingga kini, pemprov mempersiapkan pembongkaran Stadion Lebak Bulus. ”Saya yakin depo utama tersebut sudah bisa beroperasi pada 2018,” terang dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Yuzmada Faisal yang dihubungi kemarin memberikan pernyataan yang hampir sama dengan sebelumnya. Terkesan tidak ada perkembangan signifikan soal pembebasan lahan, khususnya di Melawai dan Fatmawati.(helmi/aliy)

loading...