Angkasa Pura 2

Integrasi KRL dan Bus di Stasiun Cawang Jakarta Belum Berjalan Mulus

EmplasemenSelasa, 3 Februari 2015
IMG_20150202_165507_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Proses integrasi antarmoda angkutan kereta api (KA) dengan bus transjakarta, APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta) masih menyisakan masalah. Sementara, masyarakat butuh sarana transportasi massal yang aman, nyaman dan mudah dijangkau. Dan tentunya mudah, murah dan terjangkau konsumen.

“Sejauh ini, belum ada kesetaraan pelayanan antarmoda tersebut, sehingga menyulitkan konsumen yang akan melanjutkan perjalanan dengan berpindah moda dari bus ke KA atau sebaliknya,” cetus Andi, seorang konsumen angkutan umum pada beritatrans.com di Jakarta, Senin (2/2/2015) petang.

Pria yang setiap hari naik KA itu mengaku kesulitan jika akan berpindah moda. Pasalnya, antara KRL dengan APTB misalnya, belum ada kesetaraan pelayanan. “Jika ada penumpang harian yang akan pindah moda masih harus berjalan jauh. Selain itu, persyaratan yang tidak sebanding, seperti harus memiliki kartu langgganan sampai perbedaaan tarif yang sangat menyolok. Padahal, tidak setiap orang memiliki kartu langganan tersebut,” kritik Andi lagi.

Selain itu, menurut dia, tidak disediakan akses jalan yang baik dan mudah dijangkau bagi ibu-ibu hamil (bumil), manula dan anak-anak yang akan berpindah moda. “Hampir sepanjang halte bus di dekat Stasiun Cawang dipagar tembok cukup tinggi. Penumpang harus menutar cukup jauh, sehingga menyulitkan bagi calon penumpang. Solusinya, mereka lebih suka melompat atau naik pagar pembatas yang tentu cukup menyulitkan bagi bumil,” Ahmad, pengguna KA lainnya.

IMG_20150202_164127

Sebelumnya, manajamen PT KRL Commuter Jabodetabek (KCJ) memproyeksikan dua stasiun menjadi sentra pelayanan terintegrasi, masing-masing di Stasiun Cawang Jakarta Timur dan Stasiun Djuanda Jakarta Pusat. “Kedua stasiun itu akan dijadikan proyek percontohan untuk moda angkutan terpadu khususnya antara KRL dengan bus Transjakarta,” kata Direktur Operasi KCJ Dwiyana

Menurut dia, titik pelayanan terpadu dan terintegrasi antara KRL dengan Bus Transjakarta bahkan APTB diharapkan bisa memberikan pelayanan lebih baik ke masyarakat. “Memang bukan pekerjaan mudah. Tai KCJ sdah komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan tersebut,” tegas Dwiyana.(helmi)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari