Angkasa Pura 2

Fadel: Komisi XI DPR akan Tolak PMN Senilai Rp72,9 Triliun

Another NewsThursday, 5 February 2015

JAKARTA (beritatrans.com) – Ketua Komisi XI DPR Fadel Muhammad mengakui, pihaknya akan menggelar rapat kerja dengan Kemeterian Keuangan terkait Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN, Kamis (5/2/2015) besuk. DPR menyebutkan, banyak usulan PMN yang akan ditolak karena dinilai tidak realitis dan tidak mempunyai prospek yang jelas.

Fadel mengatakan, besok (5/2/20145) Komisi XI DPR akan menyampaikan pandangannya kepada Kementerian Keuangan. “Besok kita sampaikan sikap politik kita ke Kemenkeu jam 10. Kita akan teruskan pembicaraan ini ke Menteri BUMN. Intinya kami banyak merasa sayang uang Rp72,9 triliun itu digunakan kalau tidak alasan yang ada diberikan,” ungkap Fadel di Kantor BPK Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Menurut kader Partai Golkar itu, Komisi XI DPR akan menolak sebagian besar permohonan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada 40 BUMN di Tanah Air. Sementara, Kementerian BUMN mengusulkan PMN senilai Rp72,9 triliun yang kini sudah masuk dan dibahas di DPR.

“Kita sangat berat dengan usulan yang ada Rp72,9 triliun itu. Masih belum perlu uang segitu banyak. Nampaknya sebagian besar ditangguhkan atau bahasa kasarnya ditolak,” kata Fadel Muhammad lagi.

Komisi XI DPR, tambah Fadel, pada intinya memberikan 3 catatan. Pertama adalah ada beberapa perusahaan audit keuangannya tidak bagus. Perusahaan seperti ini dinilai tidak layak menerima PMN.

Kedua, menurut Fadel, ada perusahaan yang tidak perlu dapat PMN, karena sudah terbuka alias go public. Perusahaan yang sudah go public bisa mencari pendanaan dari sumber lain, seperti pasar keuangan.

Ketiga, demikian Fadel, ada BUMN yang benar-benar membutuhkan PMN tapi jatahnya justru minim. “Seperti Asrindo, itu kan untuk rakyat kecil,” ujarnya.(helmi/awe)