Angkasa Pura 2

Bank Dunia Tawarkan Pembiayaan Pembangunan Pelabuhan di Indonesia

DermagaJumat, 6 Februari 2015
Indroyono dan Rodrigo

JAKARTA (beritatrans.com) – Bank Dunia menyatakan minatnya memberikan pinjaman ke pemerintah Indonesia untuk membangun infrastruktur, khususnya pelabuhan. Niatnya itu ditawarkan langsung oleh Direktur Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A. Chavez saat memaparkan program-programnya kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Indroyono Soesilo di Jakarta Kamis kemarin.

“(World Bank) antara lain menawarkan dana untuk pembangunan pelabuhan menuju negara poros maritim,” demikian keterangan resmi dari Kemenko Maritim yang diterima beritatrans.com di Jakarta, Jumat (6/2/2015).

Salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah mengembangkan sektor maritim dengan membangun tol laut. Sehingga Indonesia menjadi poros maritim dunia. Salah satu langkahnya adalah membangun 24 pelabuhan dalam atau deep sea port.

Menko Maritim Indroyono Soesilo menyatakan bahwa tahun ini mulai membangun lima deep sea Port dengan biaya sekitar Rp75 triliun. Kelima pelabuhan dalam tersebut adalah Pelabuhan Kuala Tanjung (Medan), Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta), Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya), Pelabuhan Makassar (Ujung Pandang), dan Pelabuhan Sorong (Papua Barat).

Pada saat melakukan pertemuan dengan DPR RI, Rabu (21/1/2015) lalu Indroyono mengatakan dari lima pelabuhan tersebut empat diantaranya sudah mulai berjalan, yakni Pelabuhan Kuala Tanjung yang peletakkan batu pertamanya (groundbreaking) oleh Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Pelabuhan Kuala Tanjung akan menjadi pelabuhan terbesar di Selat Malaka.

Selain membangun pelabuhan, Kemenko Maritim juga akan fokus memperkuat kedaulatan maritim Indonesia, memanfaatkan sumber daya alam hayati maupun nonhayati, dan membawa Indonesia menjadi bangsa bahari yang maju.

Kata Indroyono, salah satu memperkuat kedaulatan maritim adalah dengan penyelesaian batas lau antarnegara. Sedangkan terkait sumber daya alam diantaranya program perikanan budidaya. Adapun program penguatan bangsa bahari dilakukan dengan biaya, iptek, dan inovasi.

Kemenko Maritim juga berencana membangun pembangkit listrik 35.000 megawatt, revitalisasi dan pembangunan kapal. (aliy)