Angkasa Pura 2

Menhub: Presiden Setuju Pelabuhan Cilamaya Dilanjutkan

DermagaJumat, 6 Februari 2015
Produksi Gabah Diprediksi Akan Menyusut 300 Ton

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dipastikan bakal melanjutkan proyek pelabuhan Cilamaya di Karawang, Jawa Barat. Kepastian ini didapat setelah Presiden Joko Widodo merestui penggarapan proyek tersebut oleh pihak swasta.

“Presiden Jokowi setuju Pelabuhan Cilamaya dibangun oleh swasta. Jadi tidak pakai APBN,” ujar Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di kantornya, Kamis (5/2).

Jonan mengatakan proyek yang terletak 70 kilometer (km) dari Jakarta itu juga telah dilirik oleh beberapa investor baik lokal maupun asing. Saat ini, pemerintah tengah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk merealisasikan rencana pembangunan pelabuhan tersebut.

“Kemungkinan (lokasinya) akan sedikit digeser karena di sana ada pipa punya Pertamina. Kemarin juga kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” jelas Jonan.

Berdasar peta jalan megaproyek tersebut, pembangunan pelabuhan Cilamaya akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, kontraktor akan membangun terminal peti kemas dengan kapasitas 3,75 juta TEUs, terminal mobil dengan kapasitas 1.030.000 CBU, dermaga kapal negara, dermaga untuk bahan bakar, terminal Ro-Ro, dan alur pelayaran dengan kedalaman -17 M Lws. Pelaksanaan proyek tahap pertama diperkirakan menghabiskan dana investasi Rp 23,9 triliun.

Adapun pada tahap kedua, pembangunan pelabuhan meliputi pengembangan terminal peti kemas berkapasitas 3,75 juta TEUs dengan total biaya sekitar Rp 10,6 triliun.

Masih berdasarkan roadmap, pemerintah menargetkan konstruksi tahap pertama Cilamaya bisa dimulai 2016 dan rampung pada 2021. (helmi).

loading...