Angkasa Pura 2

Tender Pesawat dan Kapal Latih Tunggu Persetujuan Banggar DPR

SDMJumat, 6 Februari 2015
Tommy Baru2

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan SDM Perhubungan akan menerima alokasi dana untuk membeli 51 pesawat latih dan 6 kapal latih taruna. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk memperkuat sarana latihan bagi taruna dis ekolah-sekolah di bawah BPSDM Perhubungan.

“Proyek tersebut masuk pembahasan akhir di Badan Anggaran (Banggar) DPR. Jika sudah disetujui dan diputuskan maka bisa segera dilakukan tender,” ujar Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo pada beritatrans.com di Jakarta, Jumat (6/2/2015).

Pesawat latih tersebut, lanjut Tommy akan diberikan untuk memperkuat STPI Curug, BPPP Curug, LPPP Banyuwangi, ATKP Medan dan ATKP Surabaya. Sedang kapal latih taruna sebanyak 6 unit akan diberikan untuk STIP Jakarta, PIP Semarang, PIP Surabaya, PIP Makassar, BP2IP Malahayati Bandara Aceh dan BP2IP Gorontalo.

“Kapal latih tersebut akan langsung dioperasikan di rute perintis. Tapi ABK dan awak kapalnya adalah para taruna masuk tahap naik kapal,” jelas Tommy.

“Jika anggaran sudah disetujui Pemerintah dan DPR di Banggar DPR akan langsung ditenderkan. Indonesia butuh sarana pesawat latih dan kapal latih untuk taruna. Kebutuhan pilot dan teknisi pesawat terbang sangat besar. Jadi semain cepat makin baii,” kata Tommy.

Pengadaan kapal latih dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelaut di Tanah Air. Indonesia masih kekurangan tenaga pelaut sampai 19.000 orang per tahun. “Untuk mempercepat kesenjangan tersebut serta meningkatkan kualitas lulusan sekolah pelaut, maka perlu ditambah kapal latihnya,” papar Tommy.

Pengadaan sarana dan prasaran pesawat dan kapal latih untuk taruna tersebut akan dibiayai dari APBNP 2015. Khususnya dari pos penghematan subsidi BBM di APBN sekitar Rp100 triliun. “Dari penghematan tersebut, Kementerian Perhubungan menerima tambahan alokasi dana sebesar Rp22 triliun,” tegas Tommy.(helmi)