Angkasa Pura 2

Operasional Pelabuhan Kendal Tunggu Izin Kemenhub

DermagaSenin, 9 Februari 2015
Dermaga_Pelabuhan_Kendal

KENDAL (beritatrans.com) – Pelabuhan Tanjung Kendal, di Kecamatan Kaliwungu, siap beroperasi. Hingga kini, pelabuhan yang digadang-gadang bakal menjadi pesaing Pelabuhan Tanjung Emas Semarang ini tinggal menunggu izin operasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Subarso memastikan, pihaknya sudah mempersiapkan keseluruhan kebutuhan pengoperasionalan pelabuhan. Mulai dari penyediaan listrik, air bersih, rambu-rambu, dan lampu navigasi pelabuhan.

“Termasuk tenaga SDM juga sudah kami berikan pelatihan tentang pelabuhan,” ujarnya, kepada wartawan, Minggu (9/2/2015).

Kendati demikian, pengoperasionalan pelabuhan masih terkendala izin operasional dari Kementerian Perbuhungan. “Jadi belum bisa dioperasikan, karena belum ada izin dari Kementrian Perhubungan,” lanjutnya.

Pihaknya mengaku, sudah mengajukan izin ke Kementerian Perhubungan akhir tahun 2014 lalu. Sekarang ini, pihaknya sedang menunggu turunnya izin.

“Harapannya segera turun izinnya, sehingga bisa langsung kami operasikan, karena semua sudah siap, termasuk tenaga,” paparnya.

Pemecah ombak atau break water diakuinya juga sudah selesai dibangun, pada akhir 2014 lalu. Begitu pula dengan kedalaman minimal untuk kapal-kapal bersandar di area dermaga sudah dilakukan pengerukan. Hal itu untuk menjamin kapal aman saat akan masuk dan bersandar di pelabuhan.

Perihal akses masuk, diakuinya sudah selesai satu lajur untuk arah masuk. Sedangkan lajur lainnya saat ini masih diusulkan anggarannya melalui APBN sebesar Rp42 miliar. 

“Belum tahu bisa dibangun kapan, karena baru diajukan, kemungkinan baru disetujui nanti 2016,” tambahnya.

Sementara Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengatakan, saat ini pihaknya juga sedang memproses selesainya tujuan Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah, yang menjadi sandaran kapal dari Kabupaten Kendal.

“Sebab Pelabuhan Tanjung Kendal nantinya beroperasi sebagai jalur penyebrangan Kendal, Jateng-Kumai, Kalimatan Tengah. Sebenarnya Pelabuhan Kumai dibangun lebih dulu dari Kendal, tapi sampai sekarang belum jadi,” ungkapnya.

Dia meminta kepada Dinas Perhubungan untuk menyiapkan SDM dan sarana-prasrana. Seperti rambu-rambu, tempat sandaran, penyediaan air bersih, penyediaan listrik, dan lainnya.

“Sambil menunggu pelabuhan Kumai selesai dibangun, kami mulai persiapkan SDM dengan memberikan pendidikan pelatihan dan melengkapi sarana dan prasarana. Harapannya, tahun ini bisa dioperasikan,” pungkasnya. (sindo).

loading...