Angkasa Pura 2

Rini Soemarno-Lino Bawa Konsep Kanal Cikarang-Priok ke Jokowi

DermagaSenin, 9 Februari 2015
Rini Soemarno, Menteri BUMN

JAKARTA (beritatrans.com) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno bersama Dirut PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II RJ Lino menghadap Presiden Jokowi untuk mengusung kosnsep pembangunan kanal dari Pelabuhan Tanjung Priok-Bekasi-Cikarang. Moda angkutan sungai ini diharapkan menjadi alternative angkutan petikemas dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok yang sangat padat terutama melalui jalan tol dan jalur arteri.

Presiden Jokowi meminta kepada BUMN untuk mengoptimalkan fungsi sungai atau kanal untuk jalur distribusi barang. “Sebab, kalau lewat tol atau jalan raya sudah sangat padat dan biayanya tinggi,” ujar Menteri BUMN Rini Soemarno di Kantor Presiden Jakarta akhir pekan lalu.

Seperti dikutip jawapos.com, Rini ditemani Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II R.J. Lino mengahadap Presiden Jokowi. Menurut Rini, Pelindo II yang bergerak di bidang pengelolaan pelabuhan kini memang tengah mencari cara untuk mengurai simpul kemacetan truk-truk kontainer menuju pelabuhan. “Caranya sudah ketemu, lewat jalur sungai atau waterway,” katanya.

Lino menambahkan, saat ini Pelindo II memang tengah mematangkan rencana pengembangan jalur angkutan kontainer via sungai atau inland access waterway. “Rencananya sepanjang 40 kilometer, dari (kawasan industri) Cikarang ke Tanjung Priok,” ucapnya.

Dalam masterplan yang dimiliki Pelindo II, jalur transportasi angkutan kontainer tersebut bakal melalui sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) lalu masuk ke Marunda Jakarta Utara lalu ke Tanjung Priok. Selama ini, untuk mengangkut kontainer dari Cikarang ke Tanjung Priok, truk kontainer harus membelah kemacetan melalui tol Cikampek lalu mengarah ke Tanjung Priok.

Menurut Lino, jalur angkutan laut Cikarang – Marunda – Tanjung Priok tersebut bakal bisa dilalui kapal tongkang pengangkut kontainer berkapasitas maksimal 60 kontainer. Karena itu, proyek ini akan dimulai dengan pengerukan sungai atau kanal agar memiliki kedalaman yang cukup untuk bisa dilalui kapal tongkang. “Biaya investasinya sekitar Rp1 triliun,” sebut Lino.(helmi/awe)

loading...