Angkasa Pura 2

Pemerintah Taiwan Wajibkan Seluruh Pilot TransAsia Diuji Lagi, Penerbangan Dihentikan Sementara

KokpitSelasa, 10 Februari 2015
537449905(2)

TAIPEI (beritatrans.com) – Operasi sejumlah besar pesawat jenis ATR milik TransAsia Airways Corp. ditangguhkan hingga Selasa. Penghentian sementara dilakukan sambil menanti tes terhadap pilot mereka selesai, menurut maskapai pada Minggu.

Segenap 71 pilot pesawat turboprop TransAsia menjalani tes kualifikasi dan pelatihan ulang yang diwajibkan otoritas setempat. Tes digelar beberapa hari, sesudah salah satu pesawat mereka jatuh di sungai Taipei. Insiden menewaskan paling tidak 40 orang.

Keputusan terkait tes, The Wall Street Journal memberitakan memicu pembatalan setidaknya 122 penerbangan domestik. Ujian juga diikuti penerbitan data penerbangan, yang mengisyaratkan asupan bahan bakar mesin kiri penerbangan 235—pesawat yang jatuh beberapa hari silam—secara manual dihentikan. Langkah pilot dilakukan sesudah mesin kanan pesawat tampaknya mengalami gangguan, beberapa saat sesudah lepas landas.

Kedua mesin tak lagi berfungsi sebelum pesawat akhirnya jatuh ke Sungai Keelung, Taipei pada Rabu silam. Pesawat malang itu jatuh hanya empat menit sesudah lepas landas, menurut data penerbangan yang diperiksa penyelidik Taiwan.

Data meretaskan kemungkinan bahwa pilot barangkali keliru menyetop suplai bahan bakar demi mempertahankan fungsi mesin. Otoritas keselamatan penerbangan Taiwan menolak untuk memberikan interpretasi maupun spekulasi atas penyebab jatuhnya pesawat.

Bertahun-tahun lalu, terdapat beberapa kasus saat pilot komersial dan militer secara keliru mematikan mesin dalam kondisi darurat. Termasuk insiden 1989, yang melibatkan sebuah pesawat Boeing 737 yang dioperasikan British Midland.

Menanggapi serentetan kasus semacam ini, produsen pesawat lalu mengubah desain beberapa perangkat dan sistem pesawat. Maskapai serta otoritas juga mengubah program pelatihan pilot. Mereka mendesak pilot lebih berhati-hati menganalisis situasi, sebelum memutuskan untuk mematikan mesin manapun dalam penerbangan.

Dewan Keselamatan Penerbangan Taiwan mengumumkan temuan awal, sesudah menganalisis data dari perekam data penerbangan serta perekam suara kokpit, atau biasa dikenal kotak hitam. Laporan akhir atas penyebab jatuhnya pesawat akan diumumkan sekitar setahun mendatang.

Perhatian akan keselamatan udara di Asia semakin dalam, di tengah-tengah maraknya lalu lintas penerbangan regional. Tahun lalu industri penerbangan Asia didera serangkaian tragedi. Pada Maret, pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 hilang tak berjejak. Yang terakhir adalah jatuhnya pesawat AirAsia nomor penerbangan QZ8501 pada 28 Desember di Laut Jawa. (wsj).

loading...