Angkasa Pura 2

Menjadi Kampus Rakyat,

Sipencatar BPSDM Perhubungan Dilakukan Terbuka dan Akuntabel

SDMSelasa, 10 Februari 2015
IMG_20150112_141048

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Pengembangan SDM Perhubungan bertekad menjadi kampus-kampus yang dikelolanya menjadi milik semua rakyat Indonesia. Semua anak bangsa berha dan boleh masuk ke sekolah di bawah BPSDM Perhubungan selama mereka lulus seleksi dan memenuhi syarat yang ditentukan panitia. Sistem penerimaan calon taruna (ipencatar) akan dilakukan secara terbuka, transparan dan akuntabel.

Kabag Umum dan Humas BPSDM Perhubungan M.Albahori mengatakan, menjelang sipencatar tahun 2015 pihaknya akan all out untuk menyebarkan informasi mengenai sekolah-sekolah transportasi yang dikelola BPSDM Perhubungan. Sekolah transportasi di bawah BPSDM Perhubungan harus menjadi kampus rakyat dan terbuka bagi seluruh anak bangsa.

“Sekolah ini dibiayai negara melalui APBN. Seluruh anak bangsa berhak dan boleh masuk ke sekolah BPSDM Perhubungan baik STIP, STPI, STTP, ATKP, PIP, Poltekpel dan lainnya. Saat ini ada 24 UPT pendidikan dibawah BPSDM Perhubungan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” kata saat dikonfirmasi Albahori beritatrans.com di Jakarta, Selasa (10/2/2015).

Seperti biasanya, BPSDM Perhubungan akan mengumumkan secara resmi syarat dan ketentuan sipencatar tersebut. Selain itu juga disebutkan berapa kuota sipencatar yang akan diterima sesuai formasi dan kebutuhan di masyarakat. Semua rakyat harus tahu dan mereka bisa masuk menjadi taruna transportasi itu.

“Ini merupakan bagian dari transparansi Kementerian Perhubungan khususnya BPSDM Perhubungan. Jangan sampai terkenal sekolah transportasi hanya milik kelompok atau etnis tertentu. Rakyat Indonesia bisa masuk dan mengikuti pendidikan sebagai taruna transportasi dibawah BPSDM Perhubungan,” jelas Albahori.

Informasi sipencatar akan dipublikasikan secara umum ke masyarakat. Selain itu, juga dipublis melalui web site masing-masing kampus. Setiap kampus mempunyai syarat dan ketentuan masing-masing, baik syarat umum atau khusus seperti sehat fisik dan mental, lulus SLTA atau sederajat dan tentunya lolos test potensi akademik (TPA) serta test psikologi.

“Selain itu, BPSDM Perhubungan juga akan mengumumkan secara resmi melalui media cetak dan elekronika agar masyarakat umum tahu, syarat dan prosedur menjadi taruna transportasi tersebut,” kata Albahori.

Sebelumnya, Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo mengatakan, tahun ajaran 2015/2016 pihaknya akan menerima sekitar 3.000 taruna baru untuk seluruh moda, baik pendidikan transportas darat, laut, udara serta kereta api (KA). “Jumlah itu lebih besar disbanding realisasi penerimaan taruna tahun lalu sebanyak 2.600 taruna,” kata Tommy, sapaan akrab dia.

Dia memastikan semua system, syarat dan ketentuan mengenai sipencatar akan dibuka secara umum. Seluruh rakyat Indonesia berhak dan boleh ikut seleksi sipencatar. “Selama mereka memenuhi syarat dan lulus seleksi dari panitia, pasti akan diterima,” tegas Tommy.(helmi).