Angkasa Pura 2

DPR: 27 BUMN Disepakati Terima PMN Tahun 2015

Another NewsWednesday, 11 February 2015

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintah dan Komisi VI menyetujui PMN (penyertaan modal negara) kepada 27 BUMN dalam RAPBN-P Tahun 2015 senilai Rp37,276 triliun. Sementara ada beberapa BUMN yang ditolak menerima PMN termasuk PT Djakarta Lloyd, karena dinilai tak jelas prospeknya.

Demikian disepakati dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR dengan Menteri BUMN Rini Soemarno di Jakarta, Rabu (11/2/2015) dini hari.

PT Angkasa Pura II menerima PMN terbesar di antara beberapa BUMN transportasi sebesar Rp2 triliun. Sedang PT Kereta Api Indonesia menerima PMN sebesar Rp2,75 miliar.

Adapun BUMN yang disetujui meneriman PMN seperti dikutip antaranews, adalah PT Angkasa Pura II menerima sebesar Rp2 triliun, PT ASDP Indonesia Ferry Rp1 triliun, PT Pelni Rp500 miliar, PT Hutama Karya Rp3,6 triliun, Perum Perumnas Rp2 triliun, PT Waskita Karya Tbk Rp3,5 triliun, PT Adhi Karya Tbk Rp1,4 triliun, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Rp3,5 triliun, PT Permodalan Nasional Madani Rp1 triliun.

Selain itu, PT Garam Rp300 miliar, Perum Bulog Rp3 triliun, PT Pertani Rp470 miliar, PT Sang Hyang Seri Rp400 miliar, PT Perikanan Nusantara Rp200 miliar, Perum Perikanan Indonesia Rp300 miliar, PT Dirgantara Indonesia Rp400 miliar, PT Dok Perkapalan Surabaya Rp200 miliar, PT Dok Kodja Bahari Rp900 miliar, PT Industri Kapal Indonesia Rp200 miliar.

Selain itu, PT Aneka Tambang Rp3,5 triliun, PT Pindad Rp700 miliar, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Rp2,75 miliar, PT Perusahaan Pengelola Aset Rp2 triliun, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia Rp250 miliar, PT Pelindo VI Rp2 triliun, PT Krakatau Stell Rp956 miliar, dan PT Bahana PUI Rp250 miliar.(helmi)