Angkasa Pura 2

Bambang Susantono:

51% Populasi Kendaraan di Jakarta adalah Mobil Pribadi

KoridorMinggu, 22 Februari 2015
bambang-susantono

JAKARTA (beritatrans.com) – Permasalahan yang klasik dalam pembangunan Ibu Kota adalah adanya banjir dan macet. Kendaraan dari kota-kota satelit Jakarta (Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) ikut menyumbang kemacetan lalu lintas di Jakarta, karena mereka banyak menggunakan kendaraan pribadi. Populasi mobil pribadi mencapai 51 persen dari tota kendaraan yang lalu lalang di ibukota Jakarta setiap harinya.

Oleh karena itu, pembangunan dan permasalahan Kota Jakarta tidak bisa dilepaskan dari wilayah Bodetabek. “Terlebih, populasi jalanan di Jakarta saat ini sudah didominasi kendaraan pribadi seperti mobil yang sekira 51 persen, motor 24 persen, dan sisanya angkutan umum. Hal ini disebut sebagai fenomena konvergensi antara waktu, ruang, dan model yang terjadi bersamaan,” ucap Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bambang Susantono di Jakarta, Sabtu (21/2/2015).

Dalam diskusi Ayo Membangun Jakarta, di Jakarta Convention Center (JCC), Bambang mengatakan, pagi-pagi orang ramai-ramai dari Bodetabek ke Jakarta dengan waktunya sama pagi dan sore untuk berangkat dan pulang kerja. “Yang naik angkutan umum jumlahnya turun. Itu sudah satu kota, dengan jam yang sama, itu pasti macet karena pergerakan kita satu kota berduyun-duyun ke Jakarta,” paparnya.

Mantan Wakil Menteri Perhubungan itu menyebutkan, Jakarta akan menjadi Great Lock City yang sebagai kota kunci. Hal ini sudah bisa dilihat jika keadaan hujan.

“Itu pasti macet, enggak bisa ke mana-mana. Di mana ujung dan pangkalnya, untung ada teknologi seperti Waze dan Google Maps yang bisa diketahui lokasi macetnya,” imbuhnya.

Seperti dikutip okezone.com, Bambang mengungkapkan, untuk mengatasi masalah kemacetan Jakarta ini bagaimana pembangunan ring road harus dipercepat. Selain itu, jalan di tengah kota harus steril dan tidak banyak kendaraan yang melintas.

“Enggak mungkin bisa menampung di jalanan Monas atau segitiga emas. Percuma bangun jalan tujuh lapis itu pasti macet,” tgeas Bambang.(helmi/awe)