Angkasa Pura 2

Makin Kinclong, Pelni 2014 Raup Laba Rp4,3 miliar

DermagaSelasa, 24 Februari 2015
kapal-pelni

JAKARTA (beritatrans.com) – Kinerja perusahaan BUMN transportasi laut nasional PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) makin kinclong. Pada 2014 rapornya mulai biru atau untung setelah didera kerugian akibat persaingan ketat antar moda transportasi di Tanah Air.

“Perusahaan Pelni berhasil membukukan laba Rp 4,3 miliar (unaudit), setahun sebelumnya rugi Rp634 miliar,” ujar Manager Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan Pelni Akhmad Sujadi dalam siaran pers di Jakarta, Senin (23/2/2015) petang.

Dikatakan, perusahaan pelat merah ini juga sedang melalukan transformasi di seluruh lini usaha. Diawali kinerja angkutan lebaran 2014/1435 H lalu, Pelni mendapati kebocoran tiket dan cargo sebesar 17 % dari pendapatan. “Dengan kerja keras, semua itu perlahan bisa ditekan dan kini sudah bisa meraih laba usaha,” kata Sujadi.

Data Pelni menyebutkan,saat ini rata-rata load factor atau tingkat isian kapal Pelni mencapai 60-70 persen. “Meski persaingan berat, untuk wilayah timur Indonesia kebutuhan jasa Pelni masih tetap dominan. Peluang ini yang akan terus digarap dan ditingkatkan oleh management Pelni,” terang Sujadi.

Bukan hanya itu, management Pelni juga terus bersolek dan membenahi pelayanannya pada konsumen. “Langkah tersebut dilakukan guna memperbaiki kinerja dan penapatan perusahaan yang selama ini dipandang sebelah mata,” papar Sujadi.

“Melalui ketegasan dan pergantian baju seragam dari abu-abu, putih polos menjadi putih dengan dua saku dan berpelat di kanan kiri pundak, kinerja dan penampilan Pelni benar-benar sudah berubah,” kata Sujadi lagi.

Menurut dia, tingkat kepedulian, kedisiplinan dan jiwa bisnis insan Pelni menjadi penyemangat perubahan di tubuh BUMN yang dipercaya terlibat dalam Tol Laut ini.

Armada kapal sebagai alat produksi diperbaiki agar lebih layak pelayanan dan memanusiakan para penumpangnya. Naik kapal Pelni toiletnya bagus, bersih, kering dan wangi. Ada minigym, miniplayground ada pula tempat jogging.

“Untuk meningkatkan kapasitas angkut di kelas ekonomi, perusahaan yang saat ini dipimpin mantan Direktur Komersial KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito ini memodifikasi kelas satu atau kelas eksekutif menjadi kelas ekonomi,” tegas Sujadi.(helmi).