Angkasa Pura 2

BPSDM P Siap Didik 300 Instruktur Keselamatan Transportasi

SDMRabu, 25 Februari 2015
IMG_20150224_135028_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan akan mendidik sebanyak 300 orang menjadi instruktur kseselamatan untuk seluruh moda transportasi. Masing-masing 75 orang untuk instruktur keselamatan darat, laut, udara dan kereta api (KA).

Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo mengatakan, ini diklat tahap pertama dalam rangka peningkatan keselamatan transportasi di Tanah Air. Selama ini, Indonesia baru mempunyai intruktur keselamatan di moda transportasi udara dan transportasi laut.

“Sementara, moda transportasi darat misalnya, belum ada. Dengan biaya dari APBNP 2015, kita mendapatkan tugas untuk mendidik 300 tenaga instruktur keselamatan yang baru. Selanjutnya secara bertahap akan ditambah dan didik instruktur baru sehingga mencapai jumlah yang ideal dengan kebutuhan riil di lapangan,” kata Tommy dalam perbincangan dengan pers di Jakarta, Selasa (24/2/2015) petang.

Sesuai ketentuan UU, semua sektor transportasi harus mempunyai instruktur keselamatan. Untuk moda transportasi darat misalnya, di setiap terminal seharusnya mempunyai dua instruktur keselamatan atau master safety itu.

“Jadi, semua kendaraan umum yang dioperasikan untuk mengangkut penumpang dipastikan memenuhi syarat keselamatan. Kendaraannya laik jalan, awak kendaraan baik dan sehat serta mampu mengoperasikan kendaraan dengan baik, selain syarat-syarat administrasi lainnya,” jelas Tommy.

Di tempat yang sama, Dirjen Perhubungan Darat Djoko Sasono mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah tenaga instruktur keselamatan transportasi jalan tersebut. “Idealnya, mereka mampu meng-cover keselamatan jalan, terminal, sampai fisik kendaraan dan awak yang memgoperasikan kendaraan tersebut,” kata dia.

Diakui, memang moda transportasi darat sampai saat ini masih sangat kurang akan tenaga instruktur keselamatan transportasi jalan itu. “Kita sambut positif program BPSDM Perhubungan menyiapkan tenaga instruktur keselamatan transportasi itu. Mereka diharapkan menjadi pioneer keselamatan transportasi jalan yang lebih baik dan maksimal,” jela Djoko.

Untuk mengatasi kekurangan tenaga instruktur transportasi jalan ke depan, tambah Djoko, pihaknya akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah seperti STTD Bekasi, PKTJ Tegal, BP2TD Bali untuk mempekerjakan tenaga instruktur keselamatan yang ada.

“Sementara, kita akan memperkerjakan tenaga ahli kampus itu untuk bisa membantu menjadi instruktur keselamatan di Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub. Sambil mendidik calon-calon instruktur keselamatan baru, SDM yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal,” tegas Djoko.(helmi)