Angkasa Pura 2

GINSI Boikot Impor dari Australia dan Brasil

DermagaKamis, 26 Februari 2015
20355_large

JAKARTA (beritatrans.com) – Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) menilai Pemerintah Australia dan Brazil telah melecehkan kedaulatan hukum Indonesia.

“Karena itu, GINSI mengajak semua  importir nasional untuk memboikot  importasi barang yang berasal dari Australia dan Brazil dengan mengalihkan importasi asal barang ke negara lain ,” kata Ketua  Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) GINSI, Rofiek Natahadibrata, kemarin.

Dia mengatakan, Australia dan Brazil merupakan kedua negara yang terus mengusik kedaulatan  hukum  Indonesia terkait rencana eksekusi mati terhadap warga kedua negara tsb dalam kasus Narkoba. 

Dia menegaskan GINSI  selaku pelaku bisnis dan bagian dari elemen bangsa yang berdaulat dan memiliki rasa nasionalisme, sangat tersinggung dan prihatin.

Untuk itu, Rofiek menyatakan GINSI mengeluarkan lima imbauan kepada para importir dan pemerintah: 

Pertama, GINSI mengimbau  para importir Indonesia untuk mulai mengalihkan negara asal  impor barang  ke negara lain yang lebih bersahabat (subtitusi). 

Kedua, melakukan subtitusi konsumsi, misalnya dari daging sapi dan produk turunannya ke Ikan yang nota bene ketersediaan nya sangat melimpah di dalam negeri.

Ketiga, Ginsi melihat hal ini moméntum yang baik untuk melakukan percepatan kemandirian pangan (daging) dan industri logam/alutsista dalam negeri yang saat ini industri manufakturnya sudah berkembang.

Keempat, dalam konteks perdagangan internasional Indonésia posisi nya strategis di bandingkan kedua negara tersebut mengingat posisi Indonésia sebagai pasar yang besar (buyer), sehingga Pemerintah RI mesti berani mengambil sikap tegas. 

Kelima, GINSI mengimbau  pemerintah  untuk melakukan langkah yang konkrit dan tegas, demi tegaknya harga diri sebagai negara yang berdaulat.

Kelima, imbauan GINSI  itu akan  disampaikan melalui surat resmi  kepada Presiden Joko Widodo, sebagai bentuk dukungan moril. (Wilam)