Angkasa Pura 2

Pelabuhan Bojonegara, Cirebon, Kijing, Tanjung Carat & Sorong Dikembangkan

DermagaKamis, 26 Februari 2015
2015-02-26 16.56.08

JAKARTA (beritatrans.com) – Manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II membutuhkan dana sekitar Rp 14 triliun untuk membangun dan mengembangkan lima pelabuhan yang tersebar di wilayah Nusantara hingga 2019 mendatang.

Tiga pelabuhan merupakan prasarana baru yang rencananya dimulai pembangunannya pada tahun ini, yakni Pelabuhan Sorong, Kijing, dan Tanjung Carat. Sementara dua pelabuhan lainnya, yakni Pelabuhan Bojonegara dan Cirebon akan dikembangkan mulai 2016.

Adapun rincian dana investasi yang diperlukan untuk pembangunan dan pengembangan pelabuhan-pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Tanjung Carat Rp 4 triliun, Kijing Rp 3 triliun, Sorong Rp 3 triliun, Bojonegara Rp 2 triliun, dan Cirebon Rp 2 triliun.

Direktur Utama Pelindo II, R.J Lino mengatakan, untuk mendapatkan jumlah dana investasi tersebut, pihaknya berkomitmen tak akan menggunakan anggaran dari pemerintah. Tetapi, akan memanfaatkan sumber dana dari kas internal, pinjaman bank, obligasi, maupun kerjasama dengan investor lain.

“Kami tidak bisa sebutkan detailnya saat ini, namun kami tidak mengandalkan bantuan dari pemerintah,” kata Lino seperti dikutip beritasatu, kemarin.

Menurutnya, untuk pelabuhan baru yang paling siap dibangun adalah Pelabuhan Sorong. Saat ini, perusahaan tersebut sedang menuntaskan urusan pembebasan lahan yang telah mencapai 80 persen dari total kebutuhan seluas 7,500 hektare (ha).

Sebelumnya, Corporate Secretary Pelindo II Rima Novianti mengungkapkan, proses pembebasan lahan guna pembangunan Pelabuhan Sorong sedikit terkendala karena sebagian besar tanah berstatus tanah adat. Selain itu, luas lahan yang dibutuhkan pun terhitung besar sehingga memakan waktu yang lebih panjang.

“Kami memang membidik lahan yang luas sebagai back up area untuk pengembangan pelabuhan ini ke depannya,” ungkap Rima.

Menurutnya, Pelindo II belajar dari pengalaman membangun dan mengembangkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan lahan yang minim untuk proses pengembangan.

“Pelabuhan Tanjung Priok tidak memiliki back up area yang cukup, karena itu kami membangun Pelabuhan NewPriok ke arah laut,” tambah Rima. (wilam).