Angkasa Pura 2

Integrasi KRL dan Bus TransJakarta Terkendala Perizinan

KoridorJumat, 27 Februari 2015
Djoko sasono

JAKARTA (beritatrans.com) – Indonesia khususnya Kota Jakarta harus mempunyai angkutan umum massal yang baik dan terintegrasi. Saat ini, dari sisi infrastruktur sudah ada, tapi sistemnya belum semua berjalan. Kini sistem tiketnya yang belum terintegrasi.

“Integrasi KRL Jabodetabek dengan bus Transjakarta secara fisik sudah siap. Beberapa titik, sudah terintegrasi antara stasiun dengan shelter bus Transjakarta. Tapi, pembayarannya belum terintegrasi alias membayar sendiri-sendiri,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono pada beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, jika integrasi sudah berjalan optimal seharusnya cukup satu tiket penumpang bisa naik busa dan transfer ke KRL gratis. “Proyek ini sudah lama dirintis bahkan sejak Dirjen Perkeretaapian dijabat Tundjung Inderawan sudah memulai usaha itu. Sayang, sampai kini belum terwujud juga,” kata Djoko.

Kota Jakarta dengan populasi 10 juta jiwa apalagi dengan tingkat kemacetan lalu lintas yang tinggi harus mempunyai angkutan umum massal yang baik dan terintegrasi. Dengan begitu, pelayanan lebih baik dan orang mau meninggalkan mobil pribadi di rumah. Implikasinya, Jakarta tak semakin macet,” cetus Djoko lagi.

Dia menambahkan, untuk integrasi tiket KRL dengan bus Transjakarta konon butuh izin dari Bank Indonesia. “Izin dari BI itulah yang sampai kini belum beres. Kita sangat mendorong terwujudnya integrasi angkutan KRL dan Transjakarta tersebut,” papar Djoko.

“Jumlah KRL makin banyak dan kapasitasnya makin gede pula. Bus Transjakarta bahkan APTB juga makin banyak dan bagus. Kita tunggu integrasi kedua moda angkutan itu demi pelayanan yang baik serta Jakarta bebas macet,” tegas mantan Direktur BSTP itu lagi.(helmi)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari