Angkasa Pura 2

Kunjungi Stand BPSDM

Profesi Pilot dan Nakhoda Banyak Diminati Siswa SMA Jakarta

SDMSabtu, 28 Februari 2015
IMG_20150228_104027

JAKARTA (beritatrans.com) – Masalah beasiswa, persyaratan mendaftar menjadi taruna transportasi serta prospek kerja mereka setelah lulus kemana. Mereka bukan hanya ingin sekaloah, tapi ke depan ingin kerja yang jelas.

Oleh karena itu, topik utama yang ditanyakan pengunjung World Education Festival 2015 di Balai Kartini, Jakarta. Selama dua hari pameran pendidikan international itu, ada ribuan siswa SMA khususnya dari Jabodetabek berujung ke stand BPSDM Perhubungan.

Badan Pengembangan SDM Perhubungan tampil menjadi sponsor utama pameran pendidikan international itu. Selain itu juga mendapat stand untuk menampilkan beberapa sekolah transportasi baik moda transportasi udara, laut dan darat yang diwakili STPI Curug, STIP Jakarta dan STTD Bekasi.

“Respon pengunjung cukup bagus. Selain persyaratan masuk, mereka juga menanyakan peluang mendapatkan beasiswa serta prospek kerja mendatang,” kata Riris Ariska, seorang taruna STIP Jakarta saat menjaga stand BPSDM Perhubungan, Sabtu (28/2015).

IMG_20150228_120509

Menurut dia, pengunjung yang kebanyakan siswa SMA dan sederajat itu nampak antusias terutama untuk menjadi pilot atau nakhoda. “Kedua profesi itu cukup diminati pengunjung pameran,” kata Riris.

“Kebetulan untuk taruna pelaut seperti di STIP masih membutuhkan banyak taruna baru. Mereka bisa masuk taruan reguler atau official plus yang akan direkrut menjadi aparatur pemerintah terutama Kementerian Perhubungan,” jelas Riris.

Sementara, Alex taruna STPI Curug jurusan teknik penerbangan mengakui, selama dua hari pameran pengunjung yang berminat menjadi pilot lebih banyak. “Tugas kita bersama untuk memberikan pencerahan ke masyarakat mengenai STPI ke depan,” kata dia.
“Padahal STPI bukan hanya membuka mendidik jurusan penerbang atau pilot tapi juga ATC, Teknik Penerbangan, Teknik Bandara dan lainnya,” papar Alex.

Dikatakan, untuk masuk menjadi taruna transportasi mudah. Semua warga negara Indonesia bisa mendaftar selama mereka memenuhi syarat yang ditentukan panitia. “Ini sekalah negara dan disubsidi dengan uang rakyat di APBN,” jelas Alex.

Baik Riris atau Alex sepakat, ada persyarata umum yang harus dipenuhi calon taruna, seperti kesehatan fisik dan mental, tinggi badan 165 cm untuk taruna dan 160 cm untuk taruni.

“Selain lolos administras-n tentu juga harus lolos test tertulis terutama test potensi akademik (TPA), test psikologi, test bakat khususnya untuk menjadi pelaut atau pilot. Jika semua test lolos, hampir bisa dipastikan akan diterima menjadi taruna transportasi,” papar Riris.

Data yang dihimpun pers menyebutkan, tahun 2015 BPSDM Perhubungan akan menerima 3.500 taruna baru. Mereka. Meliputi taruna moda transportasi darat, laut, udara dan kereta api (KA).

Sipencatar sendiri akan mulai dibuka akhir Maret 2015. Sebelumnya diawali dengan road show ke 9 kota/ provinsi di Tanah Air.(helmi).