Angkasa Pura 2

STPI Tahun 2015 Tak Menerima Taruna Jurusan Penerbang

SDMSabtu, 28 Februari 2015
Taruna stpicurug 2

JAKARTA (beritatrans.com) – Tahun ajaran 2015, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) tidak menerima taruna jurusan penerbangan. Tapi untuk jurusan yang lain seperti air traffic controller (ATC), Teknik Penerbangan, Teknik Kebandaraan masih tetap buka.

“Untuk tahun ini STPI tidak menerima taruna jurusan penerbangan. Kini masih ada 290 taruna penerbangan yang dalam proses menyelesaikan program studinya. Mereka itu harus lulus dan dilantik menjadi pilot dulu,” kata Kepala BPSDM Penerbangan Wahju Satrio Utomo pada beritatrans.com di Jakarta, Jumat (27/2/2015).

Menurutnya, sambil menunggu tambahan pesawat latih yang baru dari pemerintah, STPI akan fokus menyelesaikan pendidikan taruna calon pilot yang ada.

“Taruna penerbangan yang ada sekarang diselesaikan dulu. Mereka harus cepat selesai. Mereka harus terbang dengan jam terbang yang cukup. Jangan sampai menerima banyak taruna tapi pesawat latihnya kurang dan tak bisa terbang,” jelas Tommy.

Tommy Bajubr

Seorang calon pilot untuk lulus dengan sertifikat CPL (comercial pilot lisence) harus memenuhi syarat jam terbang. “Ini ketentuan ICAO dan harus dipenuhi STPI. Jadi taruna penerbang yang ada harus lulus dulu,” sebut dia.

Sesuai rencana, BPSDM Perhubungan akan mendapat tambahan 51 pesawat latih baru. Dari jumlah tersebut, sekitar 24-25 unit akan di tempatkan di STPI. Sisanya akan di tempatkan di Loka Banyuwangi dan Sekolah Penerbang Rengat, Riau.

Rengat ini statusnya adalah satelit STPI. Jadi, kini ada dua satelit terbang STPI, yang pertama di Cilacap Jawa Tengah. Sementara, lalu lintas udara di wilayah STPI dan Tangerang secara umum sekarang sudah padat.

“Jika pesawat latih sudah datang semua, dengan asumsi satu pesawat untuk lima taruna, maka ke depan ada tambahan sekitar 200 pilot setahun,” sebut Tommy.

Kendati begitu, dia menambahkan, pendidikan calon penerbangan harus dilakukan ekstra ketat dan dipastikan memenuhi semua ketentuan yang berlaku di dunia international.

“Pilot-pilot Indonesia dari STPI harus makin baik dan profesional. Oleh karenanya, semua fasilitas dan alat pendidikan harus lengkap dan dipastikan dalam kondisi prima,” tegas Tommy.(helmi)

  • Irfan Hanif

    Sedih sekali, sekarang untuk meraih cita2 sebagi pilot sudah tak semurah dulu yang masih disubsidi pemerintah. Sekarang subsidi sudah tidak diberikan oleh pemerintah

    • Abdul Halim

      sekarang pun masih..
      hnya saja biayanya dinaikan..

  • ismail malik

    PERJALANAN MENUJU
    KEBERHASILAN

    Salam untuk teman2 taruna yang masih berjuang, saya ismail
    salah satu taruna angkatan 2013/2014 ingin share ke teman2 tentang prosedur
    penerimaan taruna di STIP yang semakin melunjak setiap tahunnya. Kemarin saya
    juga seorang calon taruna sama seperti teman2 sekarang tapi dalam hal ini saya
    mengalami kendala tentang beberapa persyaratan untuk masuk/lulus menjadi
    seorang taruna di STIP ini, tanpa sengaja saya berkunjung ke rumah saudara dan
    akhirnya saya ketemu dengan teman om saya kebetulan teman om saya itu salah
    satu Panitia penerimaan taruna/Dosen di STIP akhirnya saya menjelaskan tentang
    kendala saya itu dan akhirnya beliau bersedia membantu saya, dan alhamdulillah
    pada akhirnya sayapun lulus menjadi seorang TARUNA STIP Jakarta.

    Jadi untuk teman2 yang mengalami kendala dan ingin lulus
    menjadi taruna di STIP silahkan langsung hubungi beliau M. Akbar Amin,
    M.MTr.,M.Mar : 081998580383 insya allah beliau
    siap membantu………

  • yaza

    Saya sebenar nya ingin menjadi pilot .. Tetapi saya bingung nanti pada waktu SMA saya akan mengambil jurusan apa..?
    Tolong dijawab