Angkasa Pura 2

Core Indonesia

Ekonomi Indonesia Tumbuh Tapi Penyerapan Tenaga Kerja Rendah

SDMSelasa, 3 Maret 2015
IMG_20150303_130307_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang tinggi, tapi tak sebanding dengan kemampuan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri. Ekonomi tumbuh, tapi penyerapan tenaga kerja baru rendah.

“Kemampuan menciptakan lapangan kerja serta penyerapan tenaga kerja baru di Indonesia cenderung menurun. Setiap 1% pertumbuhan ekonomi hanya mempu menyerap tenaga kerja baru antara 200 ribu sampai 250 ribu orang,” kata ekonom Core Indonesia Dr.Akhmad Akbar Susamto dalam Core Discussion di Jakarta, Selasa (3/3/2015).

Menurutnya, zaman Orde Baru dulu, setiap 1% pertumbuhan ekonomi di Indonesia mampu menyerap sampai 400 ribu angkatan kerja baru. Realitas saat ini jauh dibawah angka tersebut.

Dia melanjutkan, ekonomi Indonesia memang tumbuh. Tapi kualitasnya rendah ditandai dengan kemampuan penyerapan lapangan kerja baru yang kecil. “Dampaknya, kesejahteraan yang di-drive dari kegiatan ekonomi juga kurang optimal,” jelas Akbar.

Ekonom FE UGM itu menambahkan, tahun 2005 lalu jumlah pengangguran di Indonesia versi BPS tercatat ada 11 juta jiwa. Sedang datang tahun 2014 bulan Agustus turun menjadi 7,30 juta jiwa yang menganggur.

Namun begitu, menurut Akbar, batasan pengangguran yang digunakan pemerintah bahkan sejak zaman Presiden SBY sampai Presiden Jokowi sangat longgar.

“Orang yang bekerja satu jam dalam seminggu untuk mencari nafkah, dianggap bukan pengangguran. Padahal, hasil kerja mereka sangat jauh dari kebutuhan riil mereka,” terang Akbar.

“Ini yang membuat angka pengangguran turun. Jika kriteria pengangguran apalagi tingkat kemiskinan yang dijadikan parameter akan sangat berbeda hasilnya. Artinya, rakyat Indonesia yang hidup hampir miskin masih banyak. Itulah tugas dan tanggung jawab Jokowi untuk mengentaskannya,” tegas Akbar.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari