Angkasa Pura 2

Naik Bus Serasa di Pesawat

Tommy: Mendidik Sosok Pengemudi Bus Profesional

SDMSelasa, 3 Maret 2015
Pengemudi Transjak

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Pengembangan SDM Perhubungan akan merintis pembangunan awak angkutan umum khususnya moda transportasi darat yang baik, profesional serta mempunyai sikap dan perilaku melayani pada konsumen. Mereka bukan hanya mahir mengoperasikan kendaraan, tapi juga bisa melayani konsumennya dengan baik.

“Sosok pengemudi profesional tersebut yang akan kita didik dan siapkan. Proyek ini diawali melalui diklat 1.000 orang pengemudi di BPSDM Perhubungan. Mereka itu yang akan mengoperasikan bus bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk 34 provinsi di Tanah Air,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo pada beritatrans.com di Jakarta, Senin (2/3/2015).

Menurut Tommy, orang-orang Indonesia sudah jago. Tapi, budaya yang baik dan melayani itulah yang harus dibangun dan ditata ulang. Mereka harus dididik dan disiapkan menjadi sosok pengemudi profesional yang melayani dengan baik. Mereka juga bangga atas pekerjaannya dan siap melayani dengan sepenuh hati.

“Kita mengacu pada rogram diklat awak kabin di Garuda Indonesia, seharusnya awak angkutan umum harus bisa seperti mereka. Kita perlu mengadopsi sistem dan tata cara pendidikan awak kabin tersebut untuk diklat calon pengemudi bus profesional. Pengemudi bukan hanya mengantar konsumen ke tujuan, tapi juga melayani dengan sebaik,” jelas Tommy.

pilot-garuda-baru

Jika proyek ini berhasil, maa impian naik bus yang aman, nyaman dan selamat bisa terwujud. “Jangan heran kalau naik bus ke depan serasa naik pesawat saja. Tugas kita bersama untuk mendidik dan menyiapkan sosok pengemudi profesional ke depan tersebut,” papar Tommy.

Paling tidak, menurut dia, sosok pengemudi ke depan berpenampilan seperti awak Bus Transjakarta. Berpakaian rapi, sopan, ramah dan bertanggung jawab. Konsekuensinya, kesejahteraan mereka juga harus cukup sesuai UMR tentunya. “Tapi mengacu pada pengemudi bus Transjakarta, operator bus mampu menggaji pengemudi dengan baik,” kata Tommy diplomatis.

“Sesuai protap, pengemudi datang ke pool, bertemu manager operasi, kemudian mendapatkan briefing apa tugasnya. Meminta peta perjalanan yang akan dilalui serta hal-hal yang dibutuhkan di perjalanan nanti. Selanjutnya melakukan pengecekan fisik kendaraan yang akan dioperasikan. Setelah dipastikan baik dan laik operasi, baru mengoperasikan bus untuk membawa penumpang,” terang Tommy.

“Sesampainya di bus, pengemudi menyambut penumpang, membantu mencari tempat duduk atau hal lain yang dibutuhkan. Sebelum berangkat memberikan penjelasan singkat mengenai rute perjalanan, waktu tempuh serta hal-hal yang harus dilakukan demi keselamatan perjalanan. Pengemudi mengantar penumpang sampai ke tujuan dengan selamat,” tandas Tommy.

Tager kita ke depan, tambah Tommy, pelayanan pengemudi bus angkutan umum ke depan bisa setara dengan awak bus Transjakarta terlebih bisa mendekati pelayanan pilot dan pamugari. “Sosok pengmudi profesional itu bukan hanya mimpi Di negara maju, paling tidak di Singapura atau Hongkong bisa diwujudkan. Kalau begitu, mengapa Indonesi tidak bisa,” tanya Tommy diplomatis.(helmi/awe)

loading...