Angkasa Pura 2

3 Bandara Perintis Lagi akan Dibangun di Sumenep

BandaraRabu, 4 Maret 2015
uploads--1--2013--02--61136-bandara-trunojoyo-sumenep1-pengembangan-sumenep-tunggu-pembebasan-lahan

SURABAYA (beritatrana.com) – Meski sudah dibangun bandara perintis Trunojoyo, kawasan Sumenep masih sulit diakses. Dengan topografi kepulauan (ada 48 pulau di kawasan Sumenep), Pemprov Jatim bakal membangun tiga bandara lagi di tiga pulau terbesar. Yakni, Pulau Kangean, Pulau Masalembu, dan Pulau Sapeken.

“Sebab, selama ini akses ke sana hanya bisa melalui laut dan itu pun bergantung pada cuaca. Pada saat tertentu, gelombang laut dapat setinggi 2 meter. Itu membuat wilayah pulau-pulau di Sumenep relatif terisolasi,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub LLAJ) Jatim Wahid Wahyudi, Selasa (3/3/2015).

Salah satu contohnya saat pendistribusian logistik pemilu. Di setiap coblosan, KPU selalu mendahulukan wilayah Sumenep. Sebab, pengiriman logistik kadang bisa tertahan hingga dua minggu menunggu laut tenang. Atau bahkan sampai menyewa pesawat TNI.

Hal itu juga menjadi kesepakatan Forum Koordinasi yang melibatkan Dishub LLAJ Jatim, Bappeprov Jatim, kabupaten/kota se-Wilayah Bakorwil Pamekasan (empat kabupaten di Madura), serta Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

Menurut Wahid, perlu disusun skenario pengembangan transportasi untuk menghubungkan wilayah kepulauan tersebut dengan wilayah penyangga maupun ibu kota provinsi.

’’Studi kelayakan dan amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) rencana bandara yang di Kangean sedang berjalan,’’ cetusnya seperti dirilis Jawa Pos.

Jajarannya juga merespons penyusunan detail design engineering. Harapannya, Pemkab Sumenep konsentrasi terhadap pembebasan lahan. Dengan demikian, pembangunan fisik bandara dapat dimulai pada 2016.

Untuk menekan disparitas transportasi Bangkalan sebagai gerbang masuk dari Surabaya, disepakati adanya trayek angkutan umum resmi Surabaya–Bangkalan. Selama ini Bangkalan sebatas dilalui angkutan bus antarkota dalam provinsi dari Terminal Purabaya maupun Terminal Tambak Osowilangon.

’’Kami mempertimbangkan jangan sampai mematikan kapal feri penyeberangan Ujung–Kamal,’’ lanjutnya. Angkutan penyeberangan Selat Madura masih dibutuhkan sebagai back up transportasi bila ada gangguan di Jembatan Suramadu. Selain itu, angkutan penyeberang tersebut menjadi kebutuhan masyarakat Surabaya Utara dan Bangkalan selatan.

loading...