Angkasa Pura 2

IATA dan Garuda Gelar Workshop Partnership for Quality

KokpitKamis, 5 Maret 2015
5306334_20140226061227

JAKARTA (beritatrans.com) – Sejalan dengan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas manajemen, keselamatan, keamanan dan operasional penerbangan, Garuda Indonesia bekerja sama dengan International Air Transport Association/IATA pada hari ini, Kamis, 5 Maret 2015 menyelenggarakan workshop “Partnership for Quality”. 

Kegiatan tersebut difasilitasi oleh IATA Director of Quality and Risk Management Jean-Luc Boutillier, IATA Assistant Director of Safety and Flight Operation Asia Pacific Blair Cowles, dan IATA Manager Quality Assurance and Quality Control Gabriel Gan, serta dihadiri oleh Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt. Novianto Herupratomo dan perwakilan dari 18 maskapai di Asia Tenggara.

Kegiatan “Partnership for Quality” tersebut diselenggarakan sebagai forum bagi perusahaan-perusahaan penerbangan di kawasan Asia Tenggara untuk menemukan solusi dari berbagai isu dan perkembangan industri penerbangan, khususnya terkait aspek manajemen operasional penerbangan serta aspek sistem kualitas, keselamatan dan keamanan penerbangan.

Selain itu, workshop tersebut juga dilaksanakan sebagai sarana para pelaku industri penerbangan untuk saling melakukan pertukaran informasi, pandangan dan diskusi terkait best practiceimplementasi program quality assurance maupun IATA Operational Safety Audit (IOSA), serta upaya-upaya yang telah dilakukan maskapai dalam meningkatkan sistem keselamatan dan keamanan penerbangan.

Direktur Operasi Garuda Indonesia, Capt. Novianto Herupratomo mengatakan, “Operasional penerbangan merupakan core business dari setiap perusahaan penerbangan, dan dengan dilaksanakannya pertemuan ini diharapkan setiap pelaku industri dapat terus tetap berkomitmen untuk memastikan kualitas dan manajemen operasionalnya tetap berpegang penuh pada standar proses kerja yang baik mengikuti Best Practices yang ada.”

“Kami juga berharap penyelenggaraan workshop ini dapat semakin mendorong perusahaan-perusahaan penerbangan di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Indonesia berkaitan dengan rencana implementasi sertifikasi keselamatan penerbangan Enhanced IOSA mulai September 2015 dandalam berkolaborasi mencari jalan keluar dari tantangan yang dihadapi oleh industri, terutama dalam aspek operasional serta system kualitas, keselamatan dan keamanan penerbangan,” lanjutnya. (awe).

loading...