Angkasa Pura 2

Kapal Marcell Jaya dari Muara Angke Tenggelam, 26 Awak Terombang-ambing 2 Hari di Laut

Dermaga Kelautan & PerikananJumat, 6 Maret 2015
KAPAL-TENGGELAM

BATANG (beritatrans.com) – Kapal Motor (KM) Tambah Rejeki dari Kabupaten Batang berhasil menyelamtkan 26 awak kapal beserta nahkoda KM Marcell Jaya 20 yang tenggelam di sekitar perairan Cirebon. Para nelayan tersebut sempat terombang-ambing selama dua hari di tengah laut dengan menggunakan pelampung seadanya, sebelum akhirnya diselamatkan kapal lainnya.

Kapolres Batang AKBP Widi Atmoko melalui Kastpolair AKP Basuki menjelaskan, KM Marcell Jaya 20 berangkat dari Muara Angke Jakarta dengan membawa 26 awak kapal pada Minggu (1/3). Mereka bermaksud untuk melakukan perjalanan menuju perairan Merauke untuk menangkap ikan.

“Namun saat tiba di perairan Cirebon atau sekitar 40 mil laut dari Cirebon pada hari Selasa (2/3), terjadi cuaca buruk dengan ombak laut tinggi. Sekira pukul 14.00 kapal dihantam ombak tinggi pada bagian lambung sebelah kanan,” ujar AKP Basuki.

Akibat hantaman ombak, kapal tersebut mengalami kerusakan cukup parah dan akhirnya tenggelam. Beruntung seluruh awak kapal berhasil menyelamtkan diri dengan meloncat ke laut, menggunakan pelampung seadanya. Namun para nelayan tersebut sempat terombang-ambing selama dua hari, karena pada saat itu tidak ada kapal lain yang melintas disekitar lokasi kejadian.

“Barulah pada hari Rabu (4/3) pagi, melintas KM Tambah Rejeki dari Kabupaten Batang dengan nahkoda Ahmad Gunawan melintas dan kemudian menyelamtkan para awak kapal naas tersebut. 26 nelayan yang sempat terombang-ambing di laut kemudian dinaikan ke atas kapal dan dibawa ke pelabuhan Batang,” jelas AKP Basuki seperti dikutip rada pekalongan.

Pada Rabu seore kemarin, KM Tambah Rejeki merapat ke pelabuhan Batang dan menurunkan seluruh awak KM Marcell Jaya 20 yang telah berhasil diselamatkan. Selanjutnya mereka dibawa ke Kantor Polair Polres Batang yang berada tak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) guna pendataan dan bantuan kesehatan serta mendapat makanan, karena telah terapung di laut selama dua hari.

“Kami berkoordinasi dengan HNSI dan TNI angkatan Laut untuk memfasilitasi pemulangan para nelayan tersebut ke daerah asal mereka,” tandas AKP Basuki.