Angkasa Pura 2

Banyak yang Bisa Diperbuat untuk BPSDM Perhubungan

SDMSabtu, 7 Maret 2015
tommy dan ilham

SORONG (beritatrans.com) – Alokasi anggaran Badan Pengembangan SDM menerima alokasi dana sebesar Rp3,7 triliun tahun 2015. Kemudian ditambah Rp400 miliar, menjadi total Rp4,1 triliun. Tahun 2015 ini, aka nada tambahan dua kampus baru yang siap menerima tahuna baru, yaitu BP2IP Padang pariaman, Sumatera Barat dan BP2IP Minahasa Selatan.

“Dana yang sangat besar, banyak yang bisa dilakukan dan dibiayai. Tapi ingat, semua mata akan tertuju pada kita dan seolah mencari peluang dan kesalahan kita,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo usaia pelantikan pejabat BP2IP Sorong, Jumat (6/3/2015).

Besarnya alokasi dana untuk sektor BPSDM Perhubungan tahun 2015, lanjut Tommy membuktikan kepercayaan bangsa dan negara makin besar pada kita. Tapi harus diingat, semua itu akan menjadi batu ujian pada kinerja, integritas dan profesionalisme kita semua. “Jika sukses, kita akan diingat sejarah dengan tinta emas. Atau sebaliknya, jika gagal akan menjadi catatan hitam sepanjang sejarah,” jelas Tommy.

Oleh karena itu, dia meminta, kita seluruh jajaran BPSDM Perhubungan jangan sampai lengah dan salah langkah. Kalau sampei terjerumus pada tindakan korupsi atau merugikan negara misalnya, maka hancur reputasi dan masa depan kita.

“Jika kita sampai berhadapan dengan masalah hukum, karena bukan hanya kita, tapi juga keluarga dan anak cucu ikut menanggung aib. Lagi pula, kalau sampai terjebak kasus korupsi, maka tak ada ampun lagi,” jelas Tommy.

Di era keterbukaan dan demokratisasi sekarang, papar Tommy, semua tersangka korupsi akan menjadi bulan-bulanan baik media massa, media sosial selain proses hukum yang resmi di Pengadilan Tipokor.

“Kita sebagai pimpinan harus tahu dan peduli pada anak buah, selain harus sukses mengelola dan membina diri dan keluarga. Tapi jangan sampai kita mencari penghasilan dengan cara-cara tak halal dan melanggar hukum,” papar Tommy.

Menurut Tommy, dia akan bangga jika penyerapan anggaran di UPT tinggi serta hasil akhir maksimal. Tapi lebih bahagia lagi jika sukses dengan cara-cara elegan dan tak terlibat kasus hukum.

“Sebagai insan perhubungan harus bisa kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Jika semua itu bisa dilakukan, bangsa Indonesia ini akan sukses. Selain itu juga tidak terlibat kasus-kasus korupsi dan melanggar hukum lainnya,” tegas Tommy.(helmi)

loading...