Angkasa Pura 2

Sematkan Pin Perekat dan Pemersatu

Tommy Deklarasikan Komitmen Indonesia yang Satu

SDMSabtu, 7 Maret 2015
Tommy Pimpin

SORONG (beritatrans.com) – Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan pimpin upacara renungan suci dan penyematan pin perekat dan pemersatu bangsa di kampus Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP), Sorong Papua Barat, Jumat (/3/2015) malam sampai Sabtu (7/3/2015) dini hari.

Rangkaian acara dimulai jam 23.30 diikuti seluruh taruna dan pimpinan BP2IP sorong. Acara tersebut dimaksudkan sebagai upaya membangun jiwa dan semangat patriotisme khususnya di kalangan pimpinan, dosen, instruktur dan taruna BP2IP Sorong.

“Kepada selurun civitas academika BP2IP ditanamkan sejak dini jiwa korsa sebagai taruna dan insan perhubungan yang sama dan satu. Mereka harus mampu menjadi pioner perekat dan pemersatu bangsa,” kata Tommy.

“Jiwa. Dan semangat ke-Indonesiaan harus dimiliki dan diaplikasikan oleh seluruh insan dan aparatur transportasi di Tanah Air,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo pada beritatrans.com, di Sorong, Sabtu, dini hari.

Tommy sematkan pin

“Indonesia itu bukan hanya Jawa, Sumatera atau Kalimantan dan Sulawesi saja. Tapi juga Papua dan kita komitmen mendeklarasikan diri sebagai satu dan sama yaitu Indonesia dalam bingkai NKRI,” tegas Tommy.

Upacara penyematan pin perekat dan pemersatu bangsa dimulai dari para pimpinan dan pembina taruna (bintar) di Pusdikif Bandung akhir tahun 2014 lalu. Secara bertahap acara serupa juga dilakukan di BP2IP Malahayati Banda Aceh dank e kampus lain di Tanah Air.

“Kini giliran BP2IP Sorong dilakukan penyematan pin dalam satu ritual khusus itu. Acara ini dimaksudkan untuk mengikat dan memperkuat jiwa, semangat persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia dalam wadah NKRI,” kata Tommy.

Taruna BP2IP

Kampus-kampus BPSDM Perhubungan khususnya di daerah terdepan Indonesia, menurut Tommy akan dikunjungi langsung dan dibangun jiwa dan semangat korsa sebagai insan perhubungan yang satu, unggul, profesional dan melayani.

“Mereka diharapkan bisa menjadi agen pemersatu dan pembaruan di kalangan pemuda di Tanah Air khususnya di daerah terdepan dan berbatasan langsung dengan negara tetangga. Jika jiwa korsa dan semangat NKRI sudah tertanam, maka keutuhan Indonesia akan bisa dipertahankan dengan baik,” jelas Tommy.

Penyematan pin perekat dan pemersatu bangsa sengaja dilakukan dimalam hari melalui sebuah ritual yang sama di seluruh Indonesia. Semua itu dimaksudkan untuk memberikan nuansa sama bahwa kita sama. (helmi)

loading...