Angkasa Pura 2

Adolf Tambunan: Sorong Dikembangkan untuk Pelabuhan Petikemas

DermagaMinggu, 8 Maret 2015
Adolf dan hadi

SORONG (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Perhubungan Laut setuju rencana pengembangan Pelabuhan Sorong, Papua Barat. Pelabuhan tersebut akan diperkuat dengan menambah fasilitas dan pelayanan untuk angkutan petikemas. Pelabuhan Sorong diproyeksikan menjadi salah satu pelabuhan andalan di kawasan timur Indonesia (KTI) sekaligus salah satu hub proyek Tol Laut di Indonesia.

“Saat ini, dermaga, draft serta lapangan penumpukan di pelabuhan tersebut sudah ada dan bagus. Kini tinggal meningkatkan kapasitasnya saja,” kata Direktur Pelabuhan dan Pengerukan (Pelpeng) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub RI Adolf Tambunan menjawab beritatrans.com disela-sela kunjungan ke Sorong, Papua, Sabtu (7/3/2015).

Pelabuhan Sorong letaknya cukup bagus dan stategis. Pelabuhan itu dkeat dengan alur laut kepulauan Indonesia (ALKI), sehingga sangat potensial disinggahi kapal-kapal asing yang dari Asia Pasifik tujuan Australia dan Selandia Baru atau sebaliknya. Bisa juga kapal-kapal yang melintas tujuan ke Amerika dan Amerika Latin.

Trend perdagangan dunia ke depan sudah mengarah ke penggunaan petikemas. Sangat strategis jika Pelabuhan Sorong mengembangkan pelabuhan petikemas yang representatif. “Potensinya sangat besar untuk kemajuan Sorong dan daerah sekitarnya. Yang jelas, Pelabuhan Sorong bisa dikembangkan lebih lanjut ke arah petikemas,” papar Adolf.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, pengembangan Pelabuhan Sorong Papua diserahkan pada BUMN PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV. “Pelabuhan itu statusnya dikelola oleh BUMN. Jadi, pengembangan lebih lanjut silakan Pelindo IV yang menangani,” kata Jonan.

Kemenhub, kata dia, siap mendukung secara adminitrasi dan regulasi. “Kalau soal perizinan dan bantuan adminitrasi lainnya, akan kita berikan. Tapi pengembangan lebih lanjut Pelabuhan Sorong biar Pelindo IV yang menangani. jangan lagi menggunakan dana APBN,” tandas Jonan.

Dia menyatakan Kemenhub siap membantu dalam hal administrasi seperti perizinan. Ia juga menyatakan pembangunan pelabuhan itu adalah salah satu proyek besar di bumi Cendrawasih. “Kalau izin segala, saya kasih lah. Sorong sih yang besar cuma itu,” urai Jonan.

Menurut Jonan, Pelabuhan Sorong saat ini sudah memiliki kapasitas yang cukup, termasuk kedalaman laut di area dermaga. Dalam waktu dekat, pembangunan akan dilakukan dengan pelebaran dermaga hingga 250 meter. “Kapasitas cukup karena Pelindo IV akan panjangkan dermaga sampai 250 meter. Kedalamannya nggak ada masalah,” ucap Jonan.

Sebelumnya, Direktur Utama Pelindo II RJ Lino pernah menyatakan akan membangun pelabuhan besar di Sorong dengan area 7.500 hektar. Investasi senilai Rp 3,5 triliun itu ditargetkan selesai pengerjaannya pada 2017 nanti. Sorong dipilih karena strategis untuk pelayaran Indonesia timur dan lalu lintas kapal-kapal di Asia-Pasifik.(helmi/awe)