Angkasa Pura 2

Dipungut Uang Sharing, APBMI Pelabuhan Panjang Ancam Mogok

DermagaMinggu, 8 Maret 2015
IMG_20150308_000458

JAKARTA (beritatrans.com) – Ketua DPP Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), HM Sodik minta  DPW APBMI Lampung tidak melakukan aksi mogokterkait  tuntutan penghapusan uang sharing yang dipungut  PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Cabang Panjang.

“Saya sudah kirim surat kepada Ketua DPW APBMI Lampung,  Jasril Tanjung agar tidak mogok kerja. Karena mogok akan merusak citra pelabuhan di mata pelayaran asing,” kata Sodik. 

“Soal tuntutan Pengusaha Bongkar Muat (PBM) minta penghapusan uang sharing  atau setoran  Rp2.300/ton kita selesaikan melalui  negosiasi kepada Pelindo II dan Kemenhub,” kata Sodik, kemarin.

Sebelumnya, Ketua DPW APBMI Lampung Jasril Tanjung didukung asosiasi pengguna dan pemakai jasa kepelabuhanan  setempat  mengancam Perusahaan Bongkar Muat (PBM) Lampung Senin (09/03) akan mogok kerja sebagai protes atas kebijakan Pelabuhan Panjang memungut uang sharing setiap  bongkar muat barang di pelabuhan setempat.

Sodik mengakui kebijakan Pelindo II mengenakan uang sharing pada PBM tidak ada dasar hukumnya. “Uang jasa yang jadi hak   Pelindo sudah diatur dalam UU Pelayaran. Uang sharing tidak disebut,  tapi Pelindo berdalih uang tersebut didasarkan bisnis to bisnis (B to B),” ujar Sodik.

Menurut Sodik, uang sharing yang dipungut Pelindo II paling memberatkan di Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 40 % dari tarif bongar muat atau (OPP/OPT). Tarif bongkar muat di Priok Rp 81 ribu/ton  melalui lapangan  penumpukan dan     Rp 57 ribu/ton  truck lossing.

Sodik mengatakan uang sharing bongkar muat hanya diberlakukan di pelabuhan di liingkungan Pelindo II. Sementara di Pelindo I,III dan IV tak ada pemberlakuan uang sharing. (wilam) 

loading...