Angkasa Pura 2

Bay Muhammad Hasani

Pelaut Harus Kuasai Hukum dan Ikuti Dinamika di Masyarakat

SDMMinggu, 8 Maret 2015
Bay Hasani2

JAKARTA (beritatrans.com) – Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok Bay Muhammad Hasani meminta pelaut-pelaut muda khususnya lulusan BP3IP Jakarta terus mengembangkan ilmu dan wawasannya, untuk menunjang profesinya sebagai pelaut.

“Jangan hanya terpaku pada kemampuan teknis sebagai pelaut. Tapi juga mengembangkan pengetahuan dan wawasan lainnya seperti bidang hukum, angkutan darat, kepelabuhanan bahkan politik,” kata Bay pada beritatrans.com di Jakarta, akhir pekan lalu.

“Pelaut, meski kerjanya di kapal dan berlayar di tengah laut harus tahu tentang hukum. Mereka juga mengikuti dinamika politik dan ekonomi yang berkembang pesawat,” kata Bay lagi.

“Jadi nakhoda ke depan, harus jago dalam ilmu dan teknik berlayar dengan segala dinamikanya. Tapi juga mengikuti perkembangan masalah di masyarakat baik hukum, politik, ekonomi dan lainnya. Jangan sampai nakhoda menjadi korban permainan oknum tertentu,” saran Bay.

Jika pelaut menguasai hukum, kata dia, aplikasinya dan pekerjaannya di lapangan sangat baik. Pelaut khususnya nakhoda tidak akan mudah dikibuli apalagi menjadi korban permainan hukum oknum tertentu.

“Tidak sedikit nakhoda menjadi korban pemerasan oknum tertentu karena tak menguasai masalah hukum. Kasus tersebut bisa dihindari jika nakhoda juga tahu hukum,” terang alumni AIP Jakarta itu.

Mantan pelaut itu menambahkan, banyak masalah di hadapi pelaut saat bekerja di kapal. Tidak jarang pula mereka harus menghadapi kasus hukum dan harus melewati petugas yang berlapis-lapis.

“Berangkat dari kasus tersebur, nakhoda dan pelaut lainnya harus melek hukum. Mengikuti dinamika yang berkembang termasuk masalaj politik,” saran Bay.
Dia menambahkan, untuk masalah gaji dan kesejahteraan pelaut memang menjanjikan. Pokoknya beda dengan karyawan lainnya.

“Tapi harus diingat, tantangan dan tanggung jawab di laut juga besar. Oleh karena itu, semua kemungkinan harus diantisipasi sejak awal. Jangan sampai menjadi korban hanya karena kita tak tahu,” tegas pejabat Kemenhub itu.(helmi)

loading...