Angkasa Pura 2

Capt.Erwin Rosmali

Perlu Menyiapkan Calon ABK di Kapal-Kapal Negara

SDMSenin, 9 Maret 2015
IMG_20150305_090413_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Kepala Pusbang SDM Perhubungan Laut, BPSDM Perhubungan Capt.Erwin Rosmali mengusulkan perlunya dilakukan perubahan dan pembenahan muatan kurikulum di sekolah-sekolah pelaut khususnya di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Selama ini, kurikulum dan pola pendidikan dan latihan di sekolah seperti STIP Jakarta, PIP Semarang, Poltekpel Surabaya dan lainnya adalah mendidik dan menyiapkan SDM untuk kapal-kapal niaga.,” kata Erwin pada beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pola itu sudah bagus. Banyak pelaut Indonesia sukses di luar negeri seperti alumni STIP. Mereka banyak berkarier di pelayaran asing. “Mereka rata-rata ABK kapal niaga,” kata Erwin.

Sementara, menurut dia, kebutuhan pelaut nasional khususnya untuk kapal-kapal negara cukup tinggi. “Seperti diketahui, tahun 2015 Kemenhub akan membangun 94 kapal baru untuk kapal perintis, kapal navigasi dan kapal patroli. Mereka itu butuh ABK yang andal dan berjiwa melayani karena dia bagian dari aparatur negara,” kata Erwin.

Oleh karena itu, lanjut dia, untuk mendidik dan menyiapkan calon pelaut untuk kapal-kapal negara butuh persiapan dan kurikulum khusus.
“Sejak awal mereka harus dididik dan dilatih menjadi aparatur negara yang melayani. Bukan seperti biasanya yang banyak berorientasi pada uang dan kesejahteraan,” terang Erwin.

Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo mengatakan, pihaknya mulai menyiapkan calon pelaut untuk mengisi kebutuhan aparatur pemerintah itu.

“Namanya program officer plus, seperti di STIP Jakarta. Mereka adalah taruna ikatan dinas di Kemenhub. Untuk tahap awal baru 60 orang. Mereka dididik khusus dengan beasiswa. Nanti dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan ABK di kapal-kapal negara atau menjadi aparatur pemerintah,” kata Tommy.

Diakui Tommy, memang kebutuhan aparatur pemerintah untuk pelaut cukup tinggi.

“Tapi, pemerintah tak bisa memaksa seluruh lulusan STIP harus menjadi aparatur pemerintah. STIP sudah BLU dan mereka juga ikut membiayai pendidikan mereka. Jadi, mereka mempunyai pilihan sendiri yang harus dihormati,” tandas Tommy.(helmi)

loading...