Angkasa Pura 2

Aksi Mogok Buruh Bongkar Muat di Pelabuhan Panjang Berakhir Malam Ini

DermagaTuesday, 10 March 2015

JAKARTA (beritatrans.com) – Aksi mogok buruh dan Pengusaha Bongkar Muat (PBM) di Pelabuhan Panjang, Lampung, berakhir Selasa (10/3/2015l malam ini, setelah tercapai kesepakatan dengan sebagai manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Cabang Pelabuhan Panjang.

“Informasi yang kami dapat Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panjang bahwa sudah ada kesepakatan antara pengusaha bongkar muat dengan pihak (Pelindo) II bahwa ketentuan memungut uang sharing Rp2.300/ton kepada Perusahaan Bongkar Muat (PBM) dibatalkan,” ungkap Dirjen Perhubungan Laut Capt. Bobby R Mamahit kepada beritatrans.com, Selasa (10/3/2015).

Bobby berharap perselisihan sepeti itu dapat diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat dengan memberikan kebaikan kepada semua pihak.

“Persoalan apapun sejatinya bisa diselesaikan. Setiap kebijakan, apalagi menyangkut pungutan, sebaiknya dimusyawarahkan dulu, sehingga ridak menimbulkan peraoalan di kemudian hari. Pada lain sisi, perusahaan bongkar muat dan buruh juga jangan buru-buru mengambil keputusan untuk.mogok,” harapnya.

Mantan Administrator Pelabuhan Tanjung Priok iu menegaskan aksi mogok pelabuhan merugikan semua pihak, termasuk pelaku mogok itu sendiri. Belum lagi aksi mogok itu dapat merugikan perekonomian nasional karena terhambatnya arus logistik.

“Di saat Bapak Presiden dan Bapak Menteri Perhubungan begitu semangat untuk membangun efisiensi arus logistik, semestinya semua pihak mendukung penuh melalui kebijakan dan serangkaian program aksi yang berkontribusi secara positif dan signifikan,” tutur mantan Kepala BPSDM Perhubungan Kementerian Perhubungan.

Secara terpisah, Kepala KSOP Pelabuhan Panjang, Sugeng Wibowo, menambahkan kesepakatan itu lahir melalui musyawarah yang dimediasi dan difasilitasi oleh KSOP.

“Kami pertemukan pihak-pihak yang bersengketa untuk membicarakan masalah dengan baik. Alhamdulillah, dapat ditemui kesepakatan walaupun ada hal yang masih membutuhkan formulasi penyelesaiannya,” ungkap Sugeng kepada beritatrans.com.

TAK BERDASAR HUKUM
Sebelumnya beritatrans.com memberitakan, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) HM Sodik menyatakan aksi mogok PBM Panjang Sejak Senin hingga Selasa (10/03/2015), merupakan aksi pressure agar PT Pelindo II menghentikan kebijakan pemungutan uang sharing
Rp2.300/ton karena tidak ada dasar hukumnya.

Mogok kerja massal perusahaan bongkar muat (PBM) di Pelabuhan Panjang Lampung selama dua hari ini berdampak pada pelayanan, sehingga 31 kapal terlantar.

Menurut informasi, 28 kapal terpaksa masih menunggu sandar dan belum terlayani sejak kemarin, dan tiga kapal lainnya sudah sandar di dermaga D Pelabuhan Panjang juga terbengkalai karena belum buka palka.

Juru bicara Asosiasi Pelabuhan Panjang, Jasril Tanjung mengatakan, saat ini kegiatan di pelabuhan Panjang Lampung masih lumpuh dan Asosiasi Pelabuhan Panjang masih melakukan mogok massal hingga hari ini sampai batas waktu belum ditentukan.

“Kami masih mogok sampai tuntutan penghapusan sharing fee bongkar muat Rp.2.300/ton yang dikutip Pelindo II Panjang di hapuskan,” ujarnya , Selasa (10/3).

Empat asosiasi pengguna dan penyedia jasa yang tergabung dalam Asosiasi Pelabuhan Panjang melakukan mogok massal sejak kemarin,Senin 9 Maret 2015. Keempat asosiasi yang melakukan mogok itu yakni; DPW APBMI Lampung, DPC Indonesia National Shipowners Association (Insa) Lampung, DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Lampung dan Angsuspel Pelabuhan Panjang.