Angkasa Pura 2

Taruna STIP Sambut Gembira Rencana Penambahan Kapal Latih

SDMSelasa, 10 Maret 2015
IMG_20150309_170719_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Rencana pemerintah menambah kapal latih untuk taruna pelayaran disambut gembira para taruna. Mereka mengaku senang, karena fasilitas dan peralatan untuk taruna di tambah. Selama STIP belum memiliki kapal latih untuk taruna. Jika masuk program prala, mereka berlayar di perusahaan pelayaran baik lokal atau asing.

“Berlayar di kapal asing atau nasional sama baik dan menyenangkan. Tapi, jika kita memiliki kapal latih sendiri tentu akan lebih bagus,” kata taruni Greta Lengkong, saat diminta komentarnya oleh beritatrans.com di Jakarta, Senin (9/3/2015).

Jika nanti kapal katih sudah jadi dan dioperasikan, menurut Greta, maka taruna tak harus mencari mitra perusahaan pelayaran untuk naik kapal dalam program Prala. “Kalau kita memiliki kapal latih sendiri, tentu akan lebih baik bagi kita. Selama ini, taruna STIP harus berlayar di perusaaan pelayaran baik lokal atau asing jika masuk program Prala,” jelas putri Manado itu.

Kendati diakui, ada kelebihan dan kekurangan jika taruna berlayar di kapal milik Pemerintah atau STIP sendiri. “Yang pasti, taruna akan lebih mudah naik kapal. Selain itu juga langsung mengaplikasikan kemampuan dan ketrampilannya selama belajar di kampus,” papar Greta.

Sebelumnya, empat taruna dan taruni sempat diajak dialog bersama Menteri Perhubungan Ignasius Jonan bersama Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo. Dalam pertemuan itulah, Menhub kembali menegaskan bahwa pemerintah akan menambah kapal latih untuk taruna. “Termasuk salah satunya akan ditempatkan di STIP Jakarta. Bagus itu, kita akan memiliki kapal latih sendiri,” kata Greta menambahkan.

Sebelumnya, Wahju Satrio Utomo mengatakan, tahun 2015 pemerintah akan membangu 6 kapal latih untuk taruna pelayaran. “Kapal latih yang akan dibanun di galangan kapal dalam negeri itu akan ditempatkan di STIP Jakarta, BP2IP Malahayati Banda Aceh, PIP Semarang, Poltekpel Surabaya, PIP Makassar dan BP2IP Sorong Papua Barat,” kata dia.

Tommy menambahkan, kapal latih taruna tersebut akan dioperasikan untuk melayani ute perintisdi berbagai daerah di Tanah Air. “Jadi, kapal latih itu akan difungsikan sebagai kapal perintis. Tapi, ada space khusus yang disediakan untuk taruna yang naik kapal dalam program prala. Ke depan, taruna bisa berlatih melayani masyarakat sekaligus memenuhi tuntutan kurikulum dalam program prala,” terang dia.(helmi/awe)