Angkasa Pura 2

Perlu Pendidikan Khusus Bagi Calon Pelaut Kapal Negara

SDMRabu, 11 Maret 2015
kapal sabuk nusantara

JAKARTA (beritatrans.com) – Program pendidikan untuk calon aparatur pemeritah yang akan mengoperasikan kapal-kapal negara memang layak dibentuk secara khusus. Pemerintah membutuhkan makin banyak pelaut khususnya untuk mengoperasikan kapal negara (KN) baik untuk kapal navigasi, kapal perintis, kapal patroli KPLP dan lainnya.

“Sejauh ini pendidikan pelaut termasuk di sekolah-sekolah pelaut milik Kementerian Perhubungan seperti STIP Jakarta, PIP Semarang, Politeknik Ilmu Pelayaran (Poltekpel) baik di Surabaya dan Makassar selalu mengacu pada kapal-kapal niaga,” ucap Kepala Pusbang SDM Perhubungan Laut BPSDM Perhubungan Capt.Erwin Rosmali pada beritatrans.com di Jakarta, Selasa (10/3/2015) petang.

Seperti diketahui, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Laut tahun 2015 akan membangun 94 kapal baru untuk kapal patroli, kapal navigasi, kapal perintis dan lainnya. Kapal tersebut tentu membutuhkan SDM dengan kualifikasi dan persyaratan yang berbeda dengan ABK kapal-kapal niaga.

Menurutnya, kebutuhan peluat untuk kapal negara berbeda dengan kapal niaga apalagi kapal besar yang berlayar ke luar negeri. “Kapal tersebut relatif lebih kecil, stabilitas yang bagus dan tidak perlu bongkar muat khusus apalagi dalam volume yang sangat besar,” jelas Erwin.

Menurut dia, yang lebih dibutuhkan untuk pelaut di kapal-kapal negara adalah bagaimana melayani masyarakat dengan lebih baik. “Sikap mental melayani dengan tetap menerapkan standar keselamatan yang tinggi harus lebih diperkuat untuk calon aparatur negara itu,” kata Erwin.

Dalam prakteknya di lapangan, lanjut dia, kapal-kapal negara dan seluruh awaknya harus bisa menjadi contoh bagi ABK lain termasuk untuk kapal-kapal niaga. “Aparatur pemerintah di kapal harus bisa menjadi contoh, sekaligus memantau pelaksanaan regulasi terutama terkait keselamatan pelayaran,” terang Erwin.

Oleh karena itu, tambah dia, mungkin ratting pelaut untuk kapal-kapal negara bisa sedikit dibawah ABK kapal niaga. Pasalnya, peran dn fungsi mereka berbeda dan lebih mengdepankan pelayanan.

“Tapi, mereka berkomitmen pada keselamatan pelayaran sekaligus mempunyai jiwa melayani ke masyarakat. Pelaut-pelaut calon ABK kapal-kapal negara harus dipersiapkan secara khusus dengan progam dan kurikulum pendidikan yang berbeda pula,” tegas mantan Sekditjen Perhubungan Laut Kemenhub itu.(helmi)

loading...