Angkasa Pura 2

Ini Dia Gaji Pilot dan Nakhoda

SDMFriday, 13 March 2015

JAKARTA (beritatrans.com) – Profesi pilot dan nakhoda memang sangat menjanjikan. Selain bergengsi juga kesejahteraan melebihi profesi lainnya.

Demikian terungkap dalam talk show Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo di sebuah stasiun televisi nasional, Jumat (13/3/2015).

Dalam kesempatan itu, Tommy, sapaan akrab Kepala BPSDM P, ditemani dua taruna masing-masing dari Siti Fatmawati dari STIP Jakarta dan Deborah STPI Curug, Tangerang Banten.

Dalam perbincangan tersebut terungkap, bahwa pilot memang profesi yang sangat tinggi nilainya. Hal itu bisa dilihat dari besaran gaji yang mereka terima.

Gaji pilot pemula di Indonesia khusunya Jakarta mencapai Rp20 juta per bulan. Itu pilot di maskapai nasional dan baru memegang lisensi CPL (commercial pilot lisence).

Sementara, untuk gaji pelaut juga tak kalah hebatnya. Baru magang naik kapal atau prala, mereka sudah menerima bayaran US$500 per bulan. Jumlah itu setara dengan Rp6,5 juta dengan kurs Rp13.000 per Dolar AS.

Sementara, gaji pelaut untuk tahap awal gajinya sesuai standard International Maritime Organization (IMO) antara US$1.800 sampai US$2.500 per bulan atau setara dengan Rp32,5 juta dengan kurs Rp13.000 per Dolar AS. Jika sudah master atau nakhoda bisa mencapai minimal US$15.000 per bulan bahkan lebih besar lagi.

Untuk daerah tertentu, seperti Timur Tengah misalnya, gaji nakhoda dibayar US$500 per jam. Jadi, tinggal hitung saja, berapa jam mereka bekerja dalam sebulan.

“Kebutuhan akan pilot dan pelaut di Indonesia masih tinggi. Menjelang tahun ajaran baru 2015, BPSDM Perhubungan kembali membuka seleksi penerimaan calon taruna (sipencatar) 2015,” kata Tommy.

taruna siaga

Sipencatar, kata dia, resmi dibuka mulai 30 Maret sampai 1 Juni 2015. Sedang tes tertulis yang meliputi tes potensi akademik (TPA) akan dilakukan serentak tanggal 16 Juni 2015,” jelas Tommy.

Pada tahun 2015, menurut dia, BPSDM Perhubungan akan menerima banyak taruna pelaut. Sementara, untuk taruna penerbang tahun ini hanya dibuka di Loka Banyuwangi, Jawa Timur.

“Sekolah seperti STPI atau ATKP tahun ini tidak menerima siswa penerbang. Fokus kita bagaimana menyelesaikan siswa yang ada sampai lulus. Minimal harus mengantongi 180 jam terbang untuk dapat sertifikat CPL. Sementara, jumlah pesawat latih termasuk di STPI terbatas dan taruna harus antre untuk latihan terbang,” tegas Tommy.(helmi)