Angkasa Pura 2

Menikmati Lele Asap Khas Tapsel Sambil Memandang Bus Sibualbuali di Tebet

DestinasiSelasa, 17 Maret 2015
Foto Anita Rachman/The Wall Street Journal

JAKARTA (beritatrans) – Menemukan masakan lele asap asal Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, di Jakarta bukan perkara mudah.

Urusan lebih runyam lagi adalah saat harus mencari tempat yang atmosfernya seotentik daerah asal lele yang dikenal sebagai Ikan Limbat itu, ujar Lucy, pengelola restoran gagrak Batak, Sibualbuali.

Rumah makan yang digawangi para juru masak berpengalaman itu sanggup mengangkut rasa lokal ke lidah para penikmat masakannya. Restoran ini berlokasi di Jalan K. H. Abdullah Safei No. 1 Casablanca Lapangan Ros Tebet, Jakarta Selatan.

Nama restoran itu berasal dari nama gunung di Sipirok, Tapanuli Selatan, yang menjadi lokasi tinggal banyak penganut Islam asal Batak. Sibualbuali pun dikenal sebagai perusahaan angkutan pertama yang membawa penumpang dari Medan ke Jakarta sebelum berhenti beroperasi pada dekade 1980-an.

Miniatur bus Sibualbuali teronggok di bagian depan restoran, sementara sebuah poster raksasa menghiasi dinding. Kain tradisional batak, ulos, menggantung di tembok. Fitur paling menarik terletak di bagian belakang, yang memajang pelbagai makanan khas Tapanuli Selatan.

“Semua makanan yang tersedia didominasi rasa pedas,” ujar Lucy kepada The Wall Street Journal.

Ikan limbat yang dimasak baik dengan cara diasapi, digulai, atau digoreng menjadi menu andalan.

Menu favorit lainnya adalah Ikan Mas Holat. Menurut Lucy, bumbunya adalah beras dan ketumbar. Lalu, di atas olahan itu ditaburi irisan kulit batang pohon balaka.

Sibualbuali membawa cabang pohon langsung dari Sumatera Utara, merendamnya di air, dan merajangnya di permukaan ikan, ujar Lucy.

Ikan Mas Arsik, Daun Ubi Tumbuk, dan Sambal Tuk-tuk menjadi tiga menu spesial masakan Tapanuli Selatan.

Menurut Lucy, Ikan Mas Arsik tak pernah gagal membuat pengunjung kembali. Ikan segar direbus menggunakan air bersama sejumlah bumbu seperti bunga kecombrang, asam cekala, bawang Batak, dan cabai merah.

“Bagian terbaiknya adalah kepala,” ujar Lucy.

Bumbu-bumbu menu Batak, dari kiri: bunga kincung, asam cekala, riyas, rimbang, dan bawang Batak.

Arsik adalah masakan yang membaurkan rasa asam dan pedas dengan sempurna. Selain itu, daging ikan yang menyertainya pun sangat lembut. Demi mendapatkan tingkat keasaman yang maksimal, “orang biasanya memecahkan asam cekala dan menyesapnya,” ujar Lucy. Hanya, saat menyantap menu itu, harus lebih berhati-hati dengan duri-duri ikan yang mungil.

Hidangan ikan lebih maknyus disantap bersama sayuran, dan Daun Ubi Tumbuk khas Tapanuli Selatan jadi pilihan juara.

Meski banyak makanan asal Batak mengandung babi, Sibualbuali hanya menyediakan masakan halal, ujar Lucy.

Para pengunjung tidak harus berasal dari Batak untuk dapat menjajal rasa di restoran tersebut. “Masakan Batak kaya rasa. Yang datang ke sini bukan hanya orang Batak,” kata Lusi. (

loading...