Angkasa Pura 2

Toyota Berencana Naikkan Gaji Pokok Pegawai 4.000 Yen

OtomotifSelasa, 17 Maret 2015
Perakitan Mobil Toyota

TOKYO (beritatrans.com) -Toyota Motor Corp. berencana menaikkan gaji karyawan yang terbesar dalam 13 tahun. Langkah ini akan menjadikan Toyota sebagai pionir penyambut seruan terbuka Perdana Meteri Shinzo Abe, agar perusahaan-perusahaan Jepang lekas meningkatkan upah karyawan.

Gaji bulanan seorang karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja di Jepang akan naik rata-rata sebesar 3,2% per April. Keterangan disampaikan sumber yang memahami perundingan antara perusahaan dan serikat pekerja pada Senin (16/3/2015).

Manajemen Toyota akan menawarkan kenaikan gaji pokok bulanan sebesar 4.000 yen atau sekitar Rp438 ribu. Jumlahnya merupakan tambahan atas kenaikan tunjangan masa kerja sebesar 7.300 yen atau Rp799 ribu, menurut sumber di Toyota, Jepang.

Langkah baru Toyota sebenarnya sudah luas diprediksi. Kebijakan Toyota tampaknya bakal menjadi panduan beberapa perusahaan utama Jepang yang akan mengumumkan hasil negosiasi gaji tahunan pada Rabu.

Hari itu kala Toyota dan serikat pekerjanya menyelesaikan perundingan, manajemen juga akan menawarkan bonus sekali waktu sebesar sekitar rata-rata 2,46 juta yen. Bagi karyawan temporer, Toyota bakal menawarkan kenaikan gaji sebesar 300 yen per hari, menurut sumber yang sama.

Juru bicara Toyota Kayo Doi seperti dikutip The Wall Steet Journal mengatakan, tidak membenarkan maupun menyangkal angkanya. Ia hanya menegaskan, “manajemen dan serikat pekerja akan melanjutkan diskusi.”

Pertanyaannya adalah, apakah perusahaan dalam skala lebih kecil akan mengikuti langkah serupa? Beberapa pemasok komponen otomotif ke manufaktur utama, misalnya, mengaku belum memperoleh manfaat program stimulus Abe yang dikenal “Abenomics.” Sebab, mereka masih saja tertekan ketika ihwal berurusan dengan pemangkasan biaya atau tingginya tarif mengimpor bahan baku.

Tekanan terhadap Abe mendalam tahun ini. Demi meraih pertumbuhan ekonomi, Abe mesti memundurkan jadwal kenaikan pajak. Semula, pajak mestinya naik per Oktober 2015. Ia lalu memundurkannya hingga April 2017.

Keputusan Abe meretaskan kecemasan soal mampu tidaknya Jepang mengatasi masalah utang. Hingga kini utang Jepang sebesar dua kali lipat produk domestik bruto.(helmi/awe)

loading...