Angkasa Pura 2

Sekolah Pelaut BPSDM Perhubungan Siap Gelar Diklat Standard IMO

SDMRabu, 18 Maret 2015
Tommy Baju2

JAKARTA (beritatrans.com) – Pelaut  Indonesia yang akan mengikuti diklat kepelautan mulai tingkat dasar sampai mahir bisa dilayani dan dilakukan di kampus-kampus dalam negeri milik
Badan Pengembangan SDM (BPSDM) Perhubungan. Seluruh UPT pendidiman pelaut di bawah Kementerian Perhubungan itu dalam kondisi prima.

Mereka siap mengikuti dan meningkatkan standard SDM sektor pelaut Indonesia sesuai standar International Maritime Organization (IMO), terutama untuk STCW-1978 Amandemen Manila 2010,” Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo pada beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

“Kemampuan dan profesionalisme sekolah pelaut Indonesia sudah diakui dunia international. BPSDM Perhubungan melalui UPT terkait siap menggelar diklat dan pemutakhiran kemampuan dan kompetensi pelaut di Tanah Air,” kata Tommy, sapaan akrab dia.

Pejabat Kemenhub itu menambahkan, ada beberapa sekolah-sekolah pelaut yang dikelola BPSDM Perhubungan siap dengan infrastruktur dan suprastruktur yang memadai sesuai standard IMO. Mereka menyelenggarakan program pendidikan pelaut reguler serta diklat singkat untuk peningkatan dan pemutakhiran kompetensi pelaut di Indonesia.

Adapun kampus pelaut yang mendapat pengakuan untuk menyelenggarakan diklat pelaut di Indonesia cukup banyak. “Mereka sudah mendapat pengakuan dari Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub. Selain itu, para lulusannya sudah tersebar di berbagai perusahaan pelayaran kelas dunia,” jelas Tommy.

Kampus pelaut andalan BPSDM Perhubungan itu, menurut Tommy adalah Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Balai Besar Peningkatan Penyegaran dan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang,  PIP Makassar, Politeknik Pelyaran (Poltekpel) Surabaya, Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang, BP2IP Barombong, BP2IP Sorong,  BP2IP Malahayati.

“Kampus-kampus tersebut, selain menyelenggarakan pendidikan regular, juga membuka diklat jangka pendek dan menengah sampai ke tingkat mahir. Selain sudah diakui pemerintah, lulusannya juga diterima di perusahaan pelayaran kelas dunia,” jelas Tommy.

Kaulitas kampus pelaut sama dan sederajat. Bukan hanya kampus di wilayah barat Indonesia, tapi juga di KTI.

“BP2IP Sorong misalnya, baru akan mewisudah taruna regular angkatan pertama. Tapi, untuk diklat pelaut jangka pendek sudah ratusan siswa yang diluluskan dan mereka bekerja di seluruh dunia,” tegas Tommy.(helmi)

loading...