Angkasa Pura 2

Penggunaan BBN Bisa Hemat Devisa US$1,6 Miliar/ Tahun

Energi KoridorKamis, 19 Maret 2015
uploads--1--2013--03--33402-aksi-mogok-truk-di-pelabuhan-tanjung-perak-ist-7400-truck-organda-telan

JAKARTA (beritatrans.com) – Penggunaan bahan bakar nabati (BBN) atau biofeul akan bosa menghemat devisa. Implikasinya akan sangat berpengaruh dan menghemat impor kira-kira sekitar 15 persen dan penghematan itu dapat mencapai setara USD1,5 hingga USD1,6 miliar per tahun.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, penghematan devisa yang cukup besar. “Jika porsi untuk biofuelnya ditambah kemudian pangannya naik, kemungkinan akan ada demand baru terhadap ekspor dan itu artinya tambahan devisa bagi negara,” jelas dia di Jakarta, kemarin.

“Konsumsi BBM khususnya untuk transportasi darat akan lebih baik. Karena ada pasokan BBN makin banyak, maka konsumsi BBM akan turun. Dampak ikutannya, beban subsidi BBM di APBN juga berkurang,” kata Menteri.

Seperti diketahui, Pemerintah memutuskan akan mendorong penggunaan biofuel mandatory menjadi minimal 15 persen di tahun ini. Syukur-syukur didorong terus menjadi 20 persen.

“Kebijakan energi nasional utamanya untuk energi baru terbarukan, konsumsi energi baru terbarukan pada tahun 2025 akan ditingkatkan menjadi 23 persen,” kata Menteri ESDM Sudirman Said di Jakarta, kemarin.

Implikasi pada energi mix, lanjut dia, akan besar karena dengan itu seluruh pelaku usaha dan juga masyarakat akan diekspos atau diajak untuk menyediakan dan mengkonsumsi biofuel lebih besar lagi.

“Kepada Pertamina akan berikan penugasan supaya menyiapkan diri. Kepada para pelaku usaha sawit, saya akan mengundang mereka dalam waktu dekat”, jelas Sudirman.

Dia mengakui dengan dikeluarkannya kebijakan ini akan mempengaruhi pasar kelapa sawit di Indonesia karena tumbuhnya demand baru.

“Implikasi dari kebijakan ini, pertama secara domestik market kelapa sawit akan “bergairah” karena 3,5 juta dari total produksi akan diserap untuk biofuel. akan terjadi porsi untuk pasar untuk pangan akan diserap untuk bahan bakar,” jelas Menteri.

Kebijakan ini akan dilaksanakan dan ditindaklanjuti segera oleh pemerintah dengan menerbitkan Peraturan Mengteri Energi Dan Sumber Daya Mineral yang baru dalam waktu dekat.

“Draftnya sudah disiapkan dan satu dua hari akan dikeluarkan Permennya. Dengan begitu, kebijakan mengenai energi mix akan lebih baik dancepat lagi,” tegas Sudirman. (helmi)

loading...