Angkasa Pura 2

Harga Minyak Dunia Turun Jadi 43,96 Dolar AS Per Barel

EnergiJumat, 20 Maret 2015
Harga Minyak

NEW YORK (beritatrans.com) – Pasar minyak mentah dunia turun kembali pada Kamis (Jumat pagi WIB). Penurunan ini lebih dipicu oleh aksi ambil untung setelah sehari sebelumnya naik tajam.

AFP melaporkan, harga minyak dunia melonjak ketika Federal Reserve atau The Fed mengungkapkan sebuah posisi “dovish” tentang kenaikan suku bunga selama tahun depan yang membuat dolar melemah tajam.

Namun dolar “rebound” (berbalik naik) pada Kamis, menekan harga minyak mentah lebih rendah. Ditambah lagi, pedagang mengatakan, rekor tinggi baru untuk stok minyak mentah komersial AS dan rekor tingkat produksi 9,4 juta barel per hari diumumkan pada Rabu pagi.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, turun 0,70 dolar AS menjadi ditutup pada 43,96 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei, anjlok 1,48 dolar AS menjadi menetap di 54,43 dolar AS di perdagangan London.

WTI telah menguat 1,20 dolar AS Rabu dan Brent melonjak 2,40 dolar AS setelah bank sentral AS mengindikasikan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga.

Daniel Ang, seorang analis investasi Phillip Futures di Singapura, mengatakan harga akan tetap di bawah tekanan selama pasokan melampaui permintaan.

“Fundamental tidak berubah dan hanya sentakan harga jangka pendek dari melemahnya dolar AS tidak akan mengubah fakta itu,” kata dia.

Sementara itu anggota OPEC tidak punya pilihan, selain mempertahankan tingkat produksi saat ini meskipun harga minyak turun untuk mempertahankan pangsa pasar mereka.

“Dalam OPEC, kami tidak punya pilihan lain selain menjaga pagu produksi itu karena kami tidak ingin kehilangan pangsa kami di pasar,” kata Menteri Perminyakan Kuwait Ali al-Omair.

Ke-12 anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak, yang memproduksi sekitar sepertiga dari minyak dunia, memutuskan pada November tahun lalu untuk mempertahankan produksi mereka tidak berubah, sehingga memicu jatuhnya nilai tukar dolar AS. (aliy

loading...