Angkasa Pura 2

Kapal Perintis Sabuk Nusantara 50 Layani Rute Larantuka – Makassar

DermagaMinggu, 22 Maret 2015
Kapal Perintis SN 50

LARANTUKA (beritatrans.com) – Kapal perintis Sabuk Nusantara 50 mulai pekan ini melayani rute pelayaran tetap Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur-Makasar, Sulawesi Selatan.

Kepala UPT Syahbandar Larantuka Pariman di Larantuka, Minggu (22/3/2015) mengatakan kapal Sabuk Nusantara50 adalah kapal penumpang dan kargo yang disiapkan pemerintah untuk melayani daerah tertinggal, terutama daerah yang belum terjangkau kapal penumpang.

“Pelayaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Sabuk Nusantara50 ini mendapat subsidi dari pemerintah, untuk melayani daerah tertinggal. Kapal ini akan beroperasi secara rutin dengan rute Larantuka-Makasar dengan menyinggahi pulau-pulau,” katanya.

Rute pelayaran kapal yang dioperasikan oleh PT Citra Adiguna yang bermarkas di Surabaya itu adalah Makasar-Bantaeng-Selayar-Jinato-Kayuadi-Jampea-Bonerate-Kalatoa/Latodo-Maumere-Larantuka-Waiwerang di Pulau Adonara pergi pulang (PP).

Pelayaran kapal dengan menyinggahi pulau-pulau terpencil ini akan memakan waktu tiga hari tiga malam.

Dia menjelaskan, kapal motor berbobot 1.300 GT itu berkapasitas 400 orang dan mampu mengangkut 50 ton kargo.

Karena itu, masyarakat Flores Timur dan Maumere dapat memanfaatkan kapal tersebut untuk membawa barang-barang ataupun komoditi pertanian, untuk di pasarkan di Makasar atau di daerah-daerah yang akan disinggahi kapal itu.

“Larantuka akan menjadi pelabuhan sentra, jadi masyarakat bisa ke Makasar dengan membawa serta hasil komoditi maupun perikanan untuk di jual di Makasar dan tiga hari kemudian bisa kembali ke Larantuka,” katanya seperti dilaporkan Antara.

Dia meyakini, kehadiran kapal ini akan memberikan manfaat besar bagi perekonomian masyarakat di Flores Timur dan daerah-daerah yang masih terisolasi transportasi.

Keyakinan ini karena dalam pelayaran perdana ini KMP Sabuk Nusantara50 dari Pelabuhan Larantuka ini sudah membawa serta berbagai komoditi pertanian untuk diperdagangkan di Makasar, katanya. (aliy)