Angkasa Pura 2

STIP Jakarta Siap Terima Taruna Reguler dan Beasiswa 2015

SDMMinggu, 22 Maret 2015
IMG_20150309_165310

JAKARTA (beritatrans.com) – Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta siap menerima taruna regular dan program pembibitan atau beasiswa tahun 2015. Sebanyak 450 orang taruna dan taruni akan diterima dari tiga jurusan yang berbeda, yaitu Nautika, Teknika dan Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan (KALK).

Ketua STIP Jakarta Capt.Arifin Soenardjo, M.Hum mengatakan, pihaknya siap menerima taruna baru tahun 2015. Termasuk di dalam taruna program beasiswa atau program pembibitan. “Jumlah taruna baru yang diterima sama dengan tahun lalu, sebanyak 450 orang. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kapasitas asrama serta alat pendidikan dan latihan (diklat) di kampus STIP,” katanya menjawab beritatrans.com di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dikatakan untuk taruna program reguler STIP menerima taruna dengan program studi (prodi) unggulan nautika dan teknika. Sedang prodi KALK relatif baru atau memasuki tahun kedua. “Untuk kedua prodi tersebut, para alumninya sudah tersebar ke seluruh dunia. Selain itu, juga banyak yang berkarier di pemerintah khususnya di Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI,” kata Arifin lagi.

Seperti sekolah dibawah BSPDM Perhubungan lainnya, seleksi penerimaan calon taruna (sipencatar) tahun 2015 akan dibuka mulai 30 Maret sampai 1 Juni 2015. Sipencatar akan dibuka serentak di 27 lokasi di Tanah Air, termasuk Kampus STIP Jakarta, Marunda, Jakarta Utara.

Menurut Arifin, STIP Jakarta juga menerima taruna program diklat singkat (short course) untuk berbagai jenis keahlihan pelaut. “Untuk pendidikan singkat ini, STIP Jakarta terus menerima. Program diklat mereka hanya berkisar seminggu sampai sebulan. Jadi, dalam setahun bisa meluluskan ribuan orang pelaut dari STIP,” jelas mantan Kepala Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok itu.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo mengatakan, tahun 2015 pihaknya akan menerima sekitar 3.500 taruna baru untuk seluruh moda, baik darat, laut, udara dan kereta api (KA). “Dari julah tersebut, sekitar 50-60 persen adalah taruna program pembibitan atau beasiswa,” katanya pada beritatrans.com di Jakarta, akhir pekan lalu.

Taruna program beasiswa tersebut dipersiapkan untuk mengisi formasi kebutuhan aparatur di pemerintahan khususnya Kementerian Perhubungan. “Selama ini, alumni sekolah transportasi termasuk STIP Jakarta lebih suka berlayar dan bekerja di perusahaan asing. Mulai tahun lalu, kita membuka program pembibitan dan mereka itu disiapkan untuk mengisi formasi kebutuhan aparatur di pemerintahan,” jelas Tommy.

Tingginya minat taruna STIP untuk berlayar dan bekerja di kapal asing, menurut Tommy adalah sangat wajar. Pasalnya, gaji dan kesejahteraan yang mereka terima lebih tinggi. Selain itu, banyak taruna yang ingin belayar dan mencari pengalaman ke berbagai Negara selagi masih muda.

“Mumpung masih muda, mereka ingin berlayar menjelajah dunia. Di satu sisi kita harus bangga, karena mutu lulusan kita banyak diterima dan sukses di perusahaan asing. Kondisi tersebut juga sebagai konsekuensi STIP yang sudah menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Dengan status BLU, orang tua taruna mempunyai kewajiban untuk ikut membiayai pendidikan anaknya di STIP. Implikasinya, mereka juga bebas memilih tempat mereka kerja nanti,” papar Tommy.

Suyono, pengusaha pelayaran dan Kabid Angkutan Petikemas DPP INSA (Indonesian National Ship’s Owner Association) memberikan kesaksian, banyak pelaut di kapal-kapal Timur Tengah dan Asia Timur seperti Jepang dan Korea adalah alumni STIP Jakarta.

“Dalam satu lawatan ke Timur Tengah, saat itu banyak yang bertanya. Who is master? Setelah ketemu orangnya, ternyata orang Indonesia dan alumni STIP Jakarta,” kata Suyono dalam satu seminar di STIP Jakarta, pekan lalu.

Menurutnya, banyaknya alumni STIP yang sukses di perusahaan pelayaran asing membuat kita bangga. Artinya, kualitas dan kemampuan pelaut Indonesia khususnya alumni STIP tak kalah dengan pelaut mancanegara.

“Ini tantangan bagi taruna STIP untuk terus maju dan berkarya. Kalian nanti akan berlayar membawa nama STIP dan Indonesia ke dunia international. Teruslah belajar dan memperbaiki kemampuan dan profesionalisme sebagai calon pelaut Indonesia,” harap Suyono.(helmi/awe)

  • ismail malik

    PERJALANAN MENUJU
    KEBERHASILAN

    Salam untuk teman2 taruna yang masih berjuang, saya ismail
    salah satu taruna angkatan 2013/2014 ingin share ke teman2 tentang prosedur
    penerimaan taruna di STIP yang semakin melunjak setiap tahunnya. Kemarin saya
    juga seorang calon taruna sama seperti teman2 sekarang tapi dalam hal ini saya mengalami kendala tentang beberapa persyaratan untuk masuk/lulus menjadi
    seorang taruna di STIP ini, tanpa sengaja saya berkunjung ke rumah saudara dan
    akhirnya saya ketemu dengan teman om saya kebetulan teman om saya itu salah
    satu Panitia penerimaan taruna/Dosen di STIP akhirnya saya menjelaskan tentang
    kendala saya itu dan akhirnya beliau bersedia membantu saya, dan alhamdulillah
    pada akhirnya sayapun lulus menjadi seorang TARUNA STIP Jakarta.

    Jadi untuk teman2 yang mengalami kendala dan ingin lulus
    menjadi taruna di STIP silahkan langsung hubungi beliau M. Akbar Amin,
    M.MTr.,M.Mar : 081998580383 insya allah beliau
    siap membantu